Indotnesia - Kelahiran seorang anak tentu menjadi impian terbesar bagi seorang ibu. Namun, karena kondisi tertentu, kebahagiaan yang muncul hadir bukan dalam bentuk senyuman melainkan emosi yang tidak stabil.
Nah, hal seperti itu bisa disebut sebagai baby blues. Apa itu?
Baby blues adalah suatu perubahan emosional yang dialami seorang ibu usai melahirkan buah hatinya. Kondisi ini biasa ditandai dengan suasana hati yang buruk, stres, mudah cemas, gampang merasa lelah atau menangis dan sebagainya.
Perasaan-perasaan itu biasanya muncul setelah beberapa hari melahirkan atau saat ibu sedang belajar merawat sang bayi.
Melansir Healthline, sekitar 80 persen ibu atau hampir seluruh wanita mengalami baby blues ketika selesai bersalin. Pasalnya, persalinan merupakan proses yang sulit bahkan mempertaruhkan nyawa dan setelahnya tubuh juga mengalami fluktuasi hormon.
Beberapa gejala baby blues yang mungkin dialami seperti insomnia, mudah tersinggung, perubahan mood, gelisah dan sebagainya. Kondisi ini dapat berakhir dalam 14 hari pascamelahirkan atau lebih tergantung bagaimana cara ibu mengatasinya.
Sementara, jika kondisi tersebut terjadi dalam waktu lama dan berlarut-larut, bisa jadi seorang ibu mengalami depresi pascapersalinan. Masalah itu tentu harus ditanyakan ke dokter atau ahli untuk mencari solusinya.
Lantas, jika seorang ibu mengalami baby blues apa yang seharusnya dilakukan?
Cara mengatasi baby blues
Baca Juga: Mengenal Apa Itu TBC dan Proses Penularannya
Seorang ibu sudah seharusnya beradaptasi dengan kondisi baru ketika memiliki seorang anak, seperti rutin menyusuinya, mengganti popok, menenangkan saat menangis, serta menjaganya.
Rutinitas baru itu harus diterima dan disadari oleh ibu. Namun, beberapa wanita apalagi yang pertama kali mempunyai anak tentu akan merasa kesulitan. Melansir Healthline, ada 6 cara mengatasi baby blues yang bisa dilakukan.
1. Tidurlah sebanyak yang kamu bisa
Saat bayi tidur atau tidak rewel, maka yang harus kamu lakukan adalah istirahat atau tidur. Tidur yang cukup tentu lebih bisa menjaga emosi. Untuk sementara, biarkan pekerjaan rumah tidak segera diselesaikan, karena jika ibu kelelahan tentu kondisi akan semakin memburuk.
2. Meminta bantuan
Mintalah pengertian pasangan dan orang-orang yang tinggal bersama kamu untuk membantu pekerjaan rumah seperti mencucui, memasak, bergantian mengganti popok anak, dan sebagainya. Jangan mencoba untuk melakukan semuanya sendiri.