Indotnesia - Film Avatar: The Way of Water telah dirilis sejak Rabu (14/12/2022) dan jadi perbincangan publik karena durasi tayangnya yang mencapai lebih dari 3 jam.
Selain karena jalan cerita dan visualnya yang memanjakan mata, film ini mencuri perhatian penonton Indonesia lantaran Suku Bajo jadi salah satu inspirasi dalam adegannya.
Hal tersebut dikatakan oleh sang sutradara James Cameron dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube National Geographic, Sabtu (17/12/2022).
"Terdapat orang laut di Indonesia (Suku Bajo), yang tinggal di rumah panggung, dan hidup di atas rakit dan sebagainya. Kami melihat hal-hal seperti itu, dan kami melihat beberapa desa, dengan jalur air, yang menggunakan arsitektur pepohonan lokal," ujar Cameron.
Gambaran adegan yang terinspirasi dari Suku Bajo terlihat pada Suku Metkayina dalam film yang diperlihatkan sebagai penghuni Pandora penguasa lautan.
Penasaran dengan Suku Bajo yang jadi inspirasi film Avatar: The Way of Water? Berikut fakta menariknya yang dilansir dari Suara.com.
1. Dikenal sebagai Penjelajah Laut
Suku Bajo dikenal sebagai penjelajah laut karena tinggal di kawasan yang sangat berdekatan dengan laut.
Baca Juga: Tayang Setiap Libur Natal, Berikut Sinopsis Film Home Alone
Selain itu, mereka juga sempat mengalami masa-masa hidup nomaden atau tidak tetap di atas perahu.
Di masa lalu, Suku Bajo hidup dengan menjelajah lautan dan berpindah-pindah tempat tinggal dari satu pesisir ke pesisir lain.
Sebagai seorang penjelajah laut, suku etnis asal Asia Tenggara ini juga dikenal mahir dalam menyelam hingga 13 menit tanpa bantuan alat napas atau tabung oksigen.
Kemampuan menyelamnya juga dibilang luar biasa, karena mampu menyelam hingga kedalaman 70 meter dengan satu tarikan napas.
Mereka juga tidak menggunakan peralatan canggih, melainkan mengandalkan alam dalam kehidupan lautnya, seperti membuat perahu dan kacamata renang dari kayu hingga melihat posisi bintang sebagai penunjuk arah.
2. Bermukim di Sejumlah Lintas Negara