Semarang Kerap Dilanda Banjir, Apa Penyebab Utama dan Bagaimana Solusinya?

Indotnesia

Minggu, 01 Januari 2023 | 12:56 WIB
Semarang Kerap Dilanda Banjir, Apa Penyebab Utama dan Bagaimana Solusinya?
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjalan dengan sejumlah anak-anak saat memantau banjir di Semarang, Sabtu (31/12/2022). (instagram-ganjar pranowo)

Indotnesia - Banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah, seakan cerita lama yang kembali terulang. Kota pesisir ini memang kerap dilanda banjir, apalagi ada lagu berjudul "Jangkrik Genggong" dengan lirik "Semarang kaline banjir".

Di masa lalu, Kota Semarang adalah salah satu pelabuhan terbesar di Nusantara. Bahkan di zaman kolonial, Pelabuhan Tanjung Mas jadi tempat utama persinggahan barang dagangan.

Meski memiliki potensi yang besar, ancaman banjir selalu membayangi kota pesisir seperti Kota Semarang. Menurut buku karya Muh Aris Marfai berjudul Banjir Pesisir, Kajian Dinamika Pesisir Semarang, ada beberapa penyebab banjir lokal yang terjadi di wilayah itu.

Pertama, banjir disebabkan oleh topografi yang drastis antara daerah pesisir dengan daerah di selatan yang berupa perbukitan sehingga dari hulu ke hilir aliran sungai-sungai di pesisir Semarang seperti Sungai Garang dan Sungai Bringin mempunyai kecepatan aliran lebih tinggi.

Penyebab kedua adalah banjir kiriman yang berasal dari daerah hulu pesisir Semarang. Penyebab terakhir adalah banjir yang berasal dari air pasang. Meski demikian, pesisir Semarang termasuk daerah dengan kerentanan rendah terhadap tsunami.

Menurut Wetlands.org, penurunan tanah di Semarang mencapai 13 cm/tahun. Hal tersebut meningkatkan risiko banjir bagi masyarakat dan mempengaruhi perekonomian di Semarang.

Dalam penelitian kolektif yang dilakukan beberapa universitas yang dipublikasikan di FLOWs pada 19 Februari 2021, Semarang menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia yang mengalami banjir terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Riset berjudul “GroundUp: A practice-based analysis of groundwater governance for integrated urban water resource” memaparkan tiga solusi untuk mengatasi banjir di Semarang.

Solusi pertama adalah mengurangi penggunaan air tanah di Semarang. Pemerintah sebaiknya mengeluarkan kebijakan pemasangan instalasi perpipaan air yang menjangkau seluruh warga kota. Pemerintah juga harus tegas menerapkan aturan pelarangan penggunaan air tanah.

baca juga

Solusi kedua adalah mengenali keterbatasan dari solusi pertama. Artinya, pemerintah dapat membuka investasi di bidang infrastruktur air baku.

Solusi ketiga adalah menggandeng penduduk perkotaan dalam tata kelola air. Mereka harus terlibat dalam menjaga air, lingkungan setempat, dan termotivasi untuk melakukan pengembangan konservasi air tanah dan praktik pengelolaan banjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Semarang Kembali Dilanda Banjir, Ganggu Aktivitas Kereta Api hingga Lalu Lintas Kendaraan

Semarang Kembali Dilanda Banjir, Ganggu Aktivitas Kereta Api hingga Lalu Lintas Kendaraan

Indotnesia | Sabtu, 31 Desember 2022 | 16:45 WIB

Gunungkidul Dilanda Banjir, Status Siaga Diterapkan

Gunungkidul Dilanda Banjir, Status Siaga Diterapkan

Indotnesia | Rabu, 30 November 2022 | 14:59 WIB

Bukan Asal-asalan, Ini Alasan Bogor Disebut Sebagai Kota Hujan

Bukan Asal-asalan, Ini Alasan Bogor Disebut Sebagai Kota Hujan

Indotnesia | Kamis, 13 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Terkini

KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan

KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya

Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:18 WIB

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:10 WIB

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

×