4 Langkah Cegah Stunting, Orang Tua Wajib Tahu!

Indotnesia

Kamis, 09 Februari 2023 | 13:32 WIB
4 Langkah Cegah Stunting, Orang Tua Wajib Tahu!
Langkah mencegah stunting yang perlu diketahui orang tua. (Freepik/Jcomp)

Indotnesia - Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Menurut World Health Organization (WHO) stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Kondisi tersebut dapat berdampak buruk dan mengganggu pertumbuhan anak. Anak yang stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya serta bentuk tubuh yang kurus.

Tentu saja, hal ini menjadi masalah yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Karena itu, dukungan prioritas dan pemenuhan gizi harus sudah dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Lantas apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah gangguan tersebut? 

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua sebagai langkah pencegahan stunting. Berikut 4 langkah cegah stunting yang harus dipahami.

1. Pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil

Pemenuhan gizi pada masa kehamilan merupakan hal yang penting dan berkaitan dengan 1000 HPK.

Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) menyarankan agar ibu hamil selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi ditambah suplemen atau vitamin yang dianjurkan oleh dokter.

baca juga

2. Berikan ASI dan MPASI

Orang tua sebaiknya memberikan ASI eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan. Pasalnya, kandungan gizi mikro dan makro yang terdapat pada susu ibu berguna mengurangi peluang stunting.

Tak hanya itu, kandungan protein whey dan kolostrum juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Lalu setelah bayi menginjak usia 6 bulan ke atas selain tetap memberikan ASI, orang tua juga mulai memberikan makanan pendamping atau MPASI. Tentu saja, makanan tersebut harus memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan anak.

3. Akses air bersih dan fasilitas sanitasi

Akses air bersih sulit dan fasilitas sanitasi yang buruk dapat menjadi penyebab seorang anak mengalami stunting. Oleh karena itu, pola asuh dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi langkah pencegahannya.

4. Memantau pertumbuhan balita di Posyandu

Pastikan orang tua selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk berat dan tinggi anak dengan membawanya ke Posyandu atau ke tenaga kesehatan khusus anak. 

Hal itu berguna untuk mengetahui secara dini apabila anak mengalami penurunan atau bahkan gangguan pada pertumbuhan atau kesehatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Orang Dewasa Bisa Stunting? Simak Pengertian, Dampak dan Cara Mengatasinya

Apakah Orang Dewasa Bisa Stunting? Simak Pengertian, Dampak dan Cara Mengatasinya

Health | Kamis, 09 Februari 2023 | 11:19 WIB

Angka Stuting di Batam Mulai Turun dari 2022, Ini Alasannya Kata Amsakar Achmad

Angka Stuting di Batam Mulai Turun dari 2022, Ini Alasannya Kata Amsakar Achmad

Batam | Senin, 06 Februari 2023 | 19:24 WIB

Yogyakarta Jadi Daerah dengan Angka Stunting Terkecil di Indonesia

Yogyakarta Jadi Daerah dengan Angka Stunting Terkecil di Indonesia

Indotnesia | Kamis, 30 Juni 2022 | 09:45 WIB

Terkini

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Terkuak di Sidang! Saksi Ngaku Setor Rp60 Juta ke Wakil Ketua DPRD Pekalongan Demi Jabatan

Terkuak di Sidang! Saksi Ngaku Setor Rp60 Juta ke Wakil Ketua DPRD Pekalongan Demi Jabatan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak di NTT

Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak di NTT

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:41 WIB

5 Sepatu Jalan Terbaik untuk Liburan: Stylish dan Empuk untuk Eksplorasi Seharian

5 Sepatu Jalan Terbaik untuk Liburan: Stylish dan Empuk untuk Eksplorasi Seharian

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Rahasia Rumus Volume dan Luas Permukaan Kubus: Sifat Unik dan Contoh Soal Praktis

Rahasia Rumus Volume dan Luas Permukaan Kubus: Sifat Unik dan Contoh Soal Praktis

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Gen Z dan FOMO Nonton Konser: Bukan Cuma Hiburan, Tapi Membeli Pengalaman

Gen Z dan FOMO Nonton Konser: Bukan Cuma Hiburan, Tapi Membeli Pengalaman

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial

Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

×