- Menteri Keuangan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN 2026 meskipun subsidi BBM sedang mengalami kenaikan.
- Dana pendidikan digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah, mendukung program makan bergizi gratis, serta membiayai beasiswa LPDP bagi masyarakat.
- Pemerintah menajamkan fokus beasiswa LPDP pada bidang STEM dan industri strategis guna mencetak talenta unggul demi pertumbuhan ekonomi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau Pemerintah tidak pernah melupakan sektor pendidikan meskipun saat ini subsidi bahan bakar minyak (BBM) melonjak akibat perang Timur Tengah.
Diketahui Pendidikan tercantum dalam 8 Agenda Prioritas Pemerintah dalam APBN 2026. Anggaran Pendidikan sendiri dialokasikan Rp 769,1 triliun untuk tahun ini.
"Pendidikan itu kita salurkan Rp 769,1 triliun. Jadi walaupun subsidi BBM naik, kita tidak pernah mengabaikan kewajiban dasar kita. Pendidikan masih segitu," katanya dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, dikutip Minggu (5/7/2026).
Dalam siaran pers Kemenkeu, anggaran Pendidikan diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selain itu, Pemerintah juga melakukan penajaman kebijakan beasiswa LPDP agar lebih selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Jika sebelumnya bersifat umum, kini beasiswa difokuskan pada bidang-bidang prioritas.
Bidang prioritas itu mencakup terutama STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan industri strategis seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.

"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," timpal Purbaya.
Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar US$5 triliun dan pendapatan per kapita di atas US$15.000.
Untuk mencapai target tersebut, pembangunan ekonomi harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menkeu menekankan bahwa talenta merupakan inti dari transformasi ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) perlu dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi guna meningkatkan produktivitas, daya saing, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.