Indotnesia - Bullying atau perundungan adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus-menerus.
Ada berbagai bentuk perilaku bullying, di antaranya yaitu bullying fisik, bullying verbal, dan bullying tidak langsung.
Adapun contoh untuk bullying fisik misalnya adalah dengan mendorong, memukul, dan menendang. Sedangkan bullying verbal, contohnya yaitu menyindir, mengolok-olok, menghina, dan mengancam.
Sementara bullying tidak langsung, antara lain dapat berbentuk seperti sikap yang sengaja mengabaikan, menyebarkan rumor atau gosip jelek, hingga meminta orang lain untuk menyakiti.
Jika terus dilakukan, hal tersebut dapat membuat orang lain yang menjadi korban bullying mengalami gangguan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, meningkatkan perasaan sedih, menurunkan kepercayaan diri, hingga keinginan untuk bunuh diri.
Umumnya, perilaku bullying banyak terjadi di sekolah, sehingga penting bagi orang tua mengetahui ciri-ciri anak yang menjadi korban dari perilaku negatif tersebut.
Hal itu penting untuk diketahui agar orang tua mampu memberikan penanganan yang tepat bagi anak korban bullying, sehingga kehidupannya tidak terpuruk.
Pasalnya, tidak semua anak yang menjadi korban bullying dapat dengan mudah menceritakan apa yang dialaminya itu kepada orang terdekat terutama ke orang tua.
Lalu, apa saja ciri-ciri anak menjadi korban bullying?
Baca Juga: Sering Jadi Perdebatan, Berikut Doa Puasa yang Benar
Ciri-ciri Anak Menjadi Korban Bullying
1. Kerap menangis atau marah
2. Perubahan pola makan
3. Gangguan mood
4. Perubahan pola tidur
5. Menarik diri dari lingkungan sosial