Kenali 11 Tanda-tanda Anak Menjadi Korban Bullying

Indotnesia

Minggu, 21 Mei 2023 | 16:36 WIB
Kenali 11 Tanda-tanda Anak Menjadi Korban Bullying
Orangtua juga memahami tanda-tanda anak menjadi korban bullying, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. (Pexels/Mikhail Nilov)

Indotnesia - Akhir-akhir ini, informasi tentang pelajar meninggal dunia setelah mengalami bullying atau perundungan memenuhi pemberitaan. Orangtua menjadi bagian terpenting dalam mencegah anak-anak mereka menjadi pelaku bullying.

Selain itu, orangtua juga harus memahami tanda-tanda anak menjadi korban bullying, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. 

Perundungan atau bullying adalah tindakan yang merugikan dan berulang yang dilakukan oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, mental, atau emosional.

Penting bagi kita semua, baik sebagai orang tua, pendidik, atau anggota masyarakat, untuk berperan aktif dalam mengatasi perundungan pada anak.

Berikut 11 tanda-tanda anak menjadi korban bullying, seperti dikutip dari Family Education:

1. Perubahan pada fisik

Jika menemukan tanda fisik yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, seperti memar, goresan, dan luka lainnya, kemungkinan anak mendapatkannya akibat perubahan.

Perhatikan juga perubahan sikap anak seperti lebih sering mengenakan baju lengan panjang, bahkan di cuaca panas. Kemungkinan, ia sedang berusaha menutupi sesuatu pada tubuhnya.

Anak yang mengalami perundungan juga akan stres dan cemas sehingga menyebabkan penyakit fisik seperti sakit kepala dan sakit perut.

baca juga

2. Barang kepemilikan yang rusak atau hilang

Anak memang terkadang ceroboh, tapi kalau anak sering kehilangan barang miliknya seperti sepatu, jam tangan, perhiasan, buku, dan sebagainya. Selain itu, perhatikan juga apakah baju anak robek atau tidak.

3. Perubahan kebiasaan di kamar mandi

Kalau anak menunggu pulang ke rumah untuk memakai kamar mandi, kemungkinan ini menjadi indikator ia menjadi korban bullying. Kamar mandi sekolah seringkali tidak diawasi, sehingga dapat menjadi tempat yang rawan terjadinya intimidasi.

4. Kehilangan teman secara tiba-tiba

Sebagai orangtua, kita harus mengetahui siapa saja teman anak, baik yang bergaul dengannya sepulang sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan proyek sekolah, atau yang menelepon setiap malam.

Perhatikan jika anak Anda tiba-tiba berhenti berbicara dengan teman terdekatnya dan mulai menghindari situasi sosial. Ini bisa menjadi tanda bahaya kalau teman-temannya telah mengucilkannya.

5. Perubahan kebiasaan makan

Kalau anak pulang dengan keadaan sangat lapar terus menerus, kemungkinan dia tidak makan siang. Banyak aksi bullying dilakukan saat istirahat makan siang. 

Anak yang menjadi korban perundungan akan kehilangan nafsu makan karena mengalami tekanan emosional.

6. Tidak percaya diri

Perubahan dramatis pada kepribadian dan rasa percaya diri anak tentu menimbulkan kekhawatiran. Saat pulang ke rumah, anak tampak sedih, tertekan, atau berlinang air mata. Ini bisa menjadi tanda-tanda ia mengalami tekanan emosional dan verbal di sekolah.

7. Melukai diri sendiri

Depresi yang berasal dari bullying dapat menyebabkan seorang anak melukai dirinya sendiri. Hal ini perlu penanganan profesional sehingga jangan ragu untuk meminta bantuan.

8. Penurunan Prestasi Sekolah

Nggak semua bersemangat untuk pergi ke sekolah setiap hari, tetapi kalau anak terus-menerus ingin bolos sekolah atau berpura-pura sakit, mungkin ada hal lain yang disembunyikan. 

Tanda-tanda nilai yang menurun, sulit berkonsentrasi, dan kurang fokus juga harus menjadi alarm bagi orangtua.

9. Emosional saat bermain gadget

Perundungan dapat berlanjut secara online dan melalui pesan teks. Jika anak terus-menerus marah atau menarik diri setelah menggunakan ponselnya, itu bisa menjadi tanda kalau dia mengalami perundungan secara online.

10. Perubahan rutin atau minat

Awasi perubahan tiba-tiba dalam minat anak, seperti melewatkan latihan olahraga atau tiba-tiba berhenti dari kegiatan setelah sekolah. Meskipun anak mungkin benar-benar kehilangan minat, tapi bisa jadi dia berusaha menghindari konfrontasi dan perundungan.

11. Sulit tidur

Sulit tidur, sering mimpi buruk, dan mengompol bisa menjadi indikasi ada sesuatu yang mengganggu anak. Jika masalah tidur disertai dengan tanda-tanda lain yang seperti yang disebutkan di atas, itu bisa berarti sesuatu yang serius sedang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tummy Time Sejak Lahir Penting untuk Perkembangan Bayi, Begini Caranya

Tummy Time Sejak Lahir Penting untuk Perkembangan Bayi, Begini Caranya

Indotnesia | Selasa, 11 April 2023 | 14:31 WIB

Dita Karang Secret Number Trending Twitter, Berikut Profil Lengkapnya

Dita Karang Secret Number Trending Twitter, Berikut Profil Lengkapnya

Indotnesia | Rabu, 15 Maret 2023 | 12:54 WIB

Biar Nggak Reog, Yuk Simak Tips Memandikan Kucing yang Aman

Biar Nggak Reog, Yuk Simak Tips Memandikan Kucing yang Aman

Indotnesia | Minggu, 05 Maret 2023 | 16:47 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×