Warga di Gunungkidul Meninggal Karena Konsumsi Daging Sapi Terjangkit Antraks, Apa Itu?

Indotnesia

Rabu, 05 Juli 2023 | 11:55 WIB
Warga di Gunungkidul Meninggal Karena Konsumsi Daging Sapi Terjangkit Antraks, Apa Itu?
Bacillus Anthracis penyebab penyakit antraks. (Freepik/Billion Photos)

Indotnesia - Seorang warga di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta meninggal dunia dengan dugaan positif antraks yang terpapar dari konsumsi daging sapi bangkai.

Melansir Instagram @beritadiy pada, Selasa (4/7/2023), sebelumnya para warga di Gunungkidul tersebut bersama-sama menyembelih seekor sapi dan lalu membagikan dagingnya kepada warga sekitar. Di sana hal tersebut memiliki istilah yang disebut brandu.

Akan tetapi, ternyata sapi yang disembelih tersebut telah mati alias menjadi bangkai bahkan diduga terjangkit antraks atau antharx.

Atas kejadian tersebut, sebanyak 85 orang dikabarkan positif antraks, 18 orang mengalami gejala, dan 1 orang meninggal dunia.

Di samping itu, apa itu penyakit antraks yang bisa menyebabkan kematian pada manusia dan hewan?

Antraks adalah penyakit bakterial yang bersifat menular akut dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh bakteri. Ini merupakan penyakit zoonosis yang dapat menyebabkan kematian.

Seseorang dapat terkena antraks apabila menyentuh atau memakan daging hewan ternak yang terjangkit antraks.

Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis yang hidup di dalam tanah. Bakteri ini menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau kuda lewan rumput atau dedaunan yang dikonsumsi.

Penularan antraks terbagi menjadi 3 jenis, yaitu antraks kulit, antraks pencernaan, dan antraks pernapasan.

baca juga

Antraks kulit

Antraks kulit jadi jenis yang paling umum terjadi karena paparan lewat bulu, kulit, atau daging hewan. Biasanya menginfeksi seseorang yang memiliki luka terbuka di bagian kulit. 

Gejala antraks kulit, yaitu munculnya benjolan yang disertai rasa gatal di area yang bersentuhan. Lebih parah luka ini bisa menghitam.

Antraks Pencernaan

Antraks pencernaan disebut juga dengan antraks gastrointestinal. Sejumlah gejala yang muncul apabila terinfeksi, yaitu mual disertai muntah, sulit menelan, sakit tenggorokan, sakit perut, sakit kepala, demam, benjolan di leher, hingga BAB berdarah atau diare.

Antraks pernapasan

Infeksi ini menyerang saluran pernapasan manusia. Biasanya gejala yang muncul mirip seperti antraks pencernaan, yaitu susah atau nyeri saat menelan, demam, nyeri otot, mudah lelah, sesak napas, hingga meningitis atau radang selaput otak.

Seseorang yang lebih mudah terkena antraks biasanya yang bekerja di peternakan atau memiliki hewan ternak. Ini merupakan penyakit serius sehingga penanganannya harus sepengetahuan tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala antraks tersebut, segera ke rumah sakit atau berobat. Jika tak segera diatasi bisa membuat peradangan atau meningitis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas! Ini Penyebab Bahaya Konsumsi Daging Hewan Mati

Awas! Ini Penyebab Bahaya Konsumsi Daging Hewan Mati

Indotnesia | Rabu, 05 Juli 2023 | 10:50 WIB

Korban Antraks di Gunungkidul Bertambah, Total Sudah Tiga Orang Meninggal

Korban Antraks di Gunungkidul Bertambah, Total Sudah Tiga Orang Meninggal

Jogja | Selasa, 04 Juli 2023 | 20:24 WIB

Kenali Penyebab Rabies dan Penanganan Awal

Kenali Penyebab Rabies dan Penanganan Awal

Indotnesia | Jum'at, 16 Juni 2023 | 14:38 WIB

Terkini

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

×