Indotnesia - Penyanyi asal Amerika Serikat Taylor Swift pada Jumat (7/7/2023) merilis ulang albumnya bertajuk Speak Now (Taylor’s Version). Salah satu topik yang paling banyak dibicarakan penggemar adalah penggantian lirik di lagu “Better Than Revenge”.
Pengubahan lirik itu terletak di bagian reff, pada lirik “She’s better known for the things that she does on the matter”, yang berganti menjadi “He was a moth to the flame, she was holding the matches”.
Sebelumnya, banyak yang menduga Taylor akan mengubah lirik tersebut karena terkesan anti-feminis. Mereka juga memandang penyanyi berusia 33 tahun itu bakal menyajikan pemikiran yang lebih progresif tentang seksualitas perempuan, dibandingkan saat pertama kali ia menulis “Better Than Revenge” di usia 18 tahun.
Lagu dengan lirik kontroversial itu pada dasarnya menceritakan tentang balas dendam. Di album Speak Now 2010, terlihat kesan upaya balas dendam yang sangat picik.
Taylor menceritakan tentang kekasihnya yang direbut seorang perempuan. Dia menyebut, meski mungkin telah memenangkan hati si pria, perempuan itu tidak akan merasa nyaman karena Taylor nggak akan melakukan apapun kecuali balas dendam.
Muncul spekulasi lagu tersebut merupakan kisah cintanya dengan Joe Jonas. Setelah Joe putus dari Taylor, dia berpacaran dengan aktris Camilla Belle. Camilla diduga merebut Joe dari Taylor.
Melansir Cosmopolitan, Taylor pernah membahas kritik terhadap lirik kontroversial itu dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 2014.
“Saya berusia 18 tahun ketika menulis lagu tersebut. Itulah usia ketika kamu benar-benar berpikir dapat merebut pacar. Kemudian kamu tumbuh dewasa dan menyadari bahwa nggak ada yang bisa mengambil seseorang kalau memang mereka nggak mau,” ujarnya.
Selain perubahan lirik, ada 6 tambahan lagu di album Speak Now (Taylor’s Version) yakni:
- Electric Touch (ft. Fall Out Boy)
- When Emma Falls In Love
- I Can See You
- Castles Crumbling (ft. Hayley Williams)
- Foolish One
- Timeless