Suara Joglo - Baru-baru ini beredar sebuah video seorang nenek-nenek memakai jas hujan plastik basah kuyup menjual jajanan tradisional di Malang Jawa Timur ( Jatim ).
Nenek ini biasa berjualan di kawasan kampus Universitas Brawijaya (UB). Warganet merasa kasihan dan teriris hatinya melihat perjuangan si nenek. Di usia tua, seharusnya seorang nenek beristirahat menikmati watunya bersama keluarga.
Namun berbeda ceritanya dengan nenek dalam video tersebut. Ia masih berjuang menyambung hidup, mencari rizki untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari.
Kendati usianya sudah lanjut dan tubuhnya sudah renta, tapi wanita bernama Nenek Sri ini masih harus berjualan jajanan tradisional keliling. Ia bahkan rela hujan-hujanan demi mendapat rezeki yang halal.
Salah seorang pengguna media sosial pun membagikan video yang memperlihatkan perjuangan nenek tersebut. Video itu lantas dibagikan oleh akun instagram @informasi_malangraya.
"Ya Allah teriris banget hatiku. Tadi hujan deras dan beliau hujan-hujanan bawa dagangannya pakai jas hujan," tulis keterangan dalam video.
Dalam video terlihat seorang nenek-nenek mengenakan jas hujan kresek berwarna hijau. Ia tampak menggendong baskom dan menenteng tas. Meski berjalan sambil membungkuk, nenek itu tetap terlihat ceria dan semangat.
Rupanya, nenek tersebut berjualan jajanan tradisional seperti lupis, ongol-ongol, hingga aneka macam sate. Meski kehujanan, nenek tersebut tetap ceria dan semangat melayani pembeli.
Nenek Sri sendiri diketahui sudah berjualan selama 60 tahun. Ia biasa menjajakan dagangannya di kawasan kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Hal itu pun mengundang banyak simpati dari warganet. Rupanya tak sedikit yang mengenal nenek Sri. Mereka mengaku pernah membeli dagangannya yang terbilang enak itu.
"Langganan waktu masih jual di Dinoyo. Biasanya keliling di belakang UB sekitaran McD kalau sore. Semangat mbahnya luar biasa," kata nachir***
"Dilarisin teman teman ayoo," ujar ach***
"Pantang meminta minta meski sudah sepuh, seger waras untuk mbahnya," ujar randy***
"Sehat dan panjang umur nek," imbuh dimas***
"Sate usus, hati ampela juga enak kalau ngasih bumbu gak pelit. Semoga selalu diberikan kesehatan dan rejeki ya mbak sri. Beliau disuruh istirahat di rumah gak mau tetap semangat jualan. Walaupun saya bukan saudaranya saya ucapkan terimakasih buat teman-teman ojol dan anak-anak kampus UB senantiasa membantu mbah Sri ini mengantar dan membawakan dagangan," komen lelly***