Suara Joglo - Baru-baru ini beredar video seorang cewek lehernya terlilit mainan lato-lato. Belum diketahui pasti di mana lokasi peristiwa ini.
Mainan lato-lato sendiri sekarang sedang booming. Mainan ini sempat populer pada 1990-an. Banyak anak-anak sampai orang tua kini bermain mainan itu lagi.
Cara main lato-lato sebenarnya cukup mudah. Pemain hanya perlu menggoyangkan tangan untuk menyeimbangkan dua bola lato-lato sehingga saling beradu atau berbenturan.
Benturan antara kedua bola tersebut akan menimbulkan bunyi yang unik dan khas. Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku untuk anak perempuan ini. Ini nampak dalam video yang diunggah akun @infomalangan tersebut.
Anaknya cewek tersebut agaknya kesulitan. Bukannya bermain dengan tangan, tali lato-lato justru melilit di lehernya.
Dalam video terlihat seorang bocah perempuan mengenakan baju berwarna biru tengah duduk membelakangi kamera.
Di lehernya tampak tali lato-lato dengan dua bola kecil berwarna hijau yang melilit. Bahkan tali tersebut sempat membuat sejumlah rambutnya juga ikut terlilit.
Seorang perempuan yang diduga ibu dari bocah tersebut berusaha memutus tali lato dengan gunting.
Perempuan tersebut pun terdengar memarahi bocah tersebut.
Baca Juga: Dokter Sudah Lakukan Tes MRI ke Indra Bekti, Ini Hasilnya
"Dulinan ojo macem-macem, nek onok wali liwat kejiret gulumu yo opo. Kandani bolak balik cek angele (mainan jangan macam-macam, kalau ada wali lewat kelilit lehermu bagaimana. Dibilangin berkali-kali kok ngga bisa)," ujar perempuan tersebut.
Alhasil, bocah tersebut harus rela kehilangan sedikit rambutnya karena harus digunting. Tali lato-lato itu pun akhirnya terlepas dari lehernya.
Unggahan tersebut sukses mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang meninggalkan komentar pada unggahan tersebut.
"Sangar ni bocah, dia gak latah kayak orang-orang, yang main lato lato pakai tangan. Dia pro, jadi mainnya pakai leher sambil bergaya kayak gitaris rock," komen camell***
"Tutor di mana itu main lato-lato pakai leher?," ujar maulid***
"Kronologinya gimana," tanya aninda***