Belum lama ini seorang Kiai di Jember dikabarkan mencabuli 11 santri dan 4 ustazah. Kiai Muhammad Fahim Mawardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Djaliel 2 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur dilaporkan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di bawah umur.
Bu Nyai alias istri dari Kiai di Jember awalnya mencurigai sang suami yang tak pernah menggaulinya meski sudah sah menjadi pasangan suami istri. Kecurigaan tersebut juga semakin bertambah usai Bu Nyai memergoki FM beberapa kali membawa masuk santriwati ke kamarnya.
Kabar ini lantas mengejutkan banyak orang karena dugaan Kiai Muhammad Fahim Mawardi ini. Berikut deretan faktanya.
Jarang Gauli Istri
Munculnya kecurigaan Bu Nyai atau istri dari Kiai di Jember mencurigai suaminya memiliki gelagat aneh ditambah lagi suami yang tak pernah menggaulinya meski sudah sah menjadi pasangan suami istri.Tidak hanya itu, Bu Nyai mengungkapkan jika suaminya kerap membawa santriwati masuk ke kamarnya.
“Ada beberapa santri dimasukkan ke kamar Pak Kiai, jam satu, jam tiga, sampai pagi dari malam, apalagi pak tidak pernah tidur bareng lagi,” ujarnya.
Bantah laporan istri
FM akhirnya buka suara terhadap pelaporan yang dibuat oleh istrinya sendiri itu.
FM mengaku tak melakukan apa yang dituduhkan oleh sang istri. Ia juga menegaskan bahwa dirinya difitnah.
Baca Juga: Ubah Lirik Lagu Mangku Purel Jadi Mangku Buku, Farel Prayoga Banjir Pujian Warganet
Sosok kiai ternama tersebut juga menantang siapapun yang punya masalah dengan dia untuk segera menyelesaikan di meja hijau.
"Masalah benar atau tidak, kita tidak bisa mengajak orang untuk percaya. Apalagi orang yang tidak suka sama saya, dan semua itu akan selesai di meja hijau. Saya berharap ini dilanjutkan. Jangan hanya konsultasi, lapor saja," ujar FM saat ditemui di Ponpes Al Jalil di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung.
Tantang jalan jongkok telanjang ke Jakarta
Usai ramai diperbincangkan sekaligus menolak segala tuduhan kepadanya, Kiai tersebut seluruh pelapornya kalau memang memiliki bukti video atau semacamnya. Ia juga berani berjalan telanjang bulat sambil berjalan jongkok ke Jakarta kalau terbukti.
"Kalau mereka punya bukti punya video, saya berani jalan jongkok dari Jember ke Jakarta, telanjang bulat. Saya bersumpah wallahi (demi Allah). Ini untuk meyakinkan Anda," ujarnya.
Terungkap adanya kamar dengan kode rahasia
Dalam pernyataannya kepada Ipda Dyah, Bu Nyai mengatakan jika terdapat kamar Kiai yang menggunakan PIN rahasia. Bu Nyai juga dibuat kecewa lantaran FM tak pernah memberinya kode masuk kamar. Namun, FM memberikan kode tersebut kepada beberapa santriwatinya.
"Bu Nyai ini tidak bisa masuk ke kamar Pak Kiai, karena semua pakai ID, pakai PIN (Personal Identification Number), pakai tombol, finger print dan sebagainya, sehingga tidak masuk. Di kamar Pak Kiai ada CCTV. Semua pakai remote," kata Vitasari.
Namun, Kiai Muhammad Fahim Mawardi membantah tuduhan adanya kamar rahasia tersebut.
"Tidak ada namanya seperti yang diberitakan soal kamar khusus. Kalau ada yang pernah lihat Youtube saya, background hitam itu, itu studio. Studio kecil sempit, di sini ada komputer, meja, bukan kamar," ujar Kiai Muhammad Fahim Mawardi.
Bisa dijerat pasal pencabulan anak
FM kini terancam pasal perselingkuhan dengan maksimal 9 bulan penjara.
Namun, 'dosa' FM tak cukup di perselingkuhan, sebab ia juga turut melakukan pencabulan dengan anak di bawah umur. Berdasarkan fakta tersebut,
"Kalau kami jerat dengan pasal perselingkuhan, ancaman hukumannya cuma sembilan bulan. Karena ini santri-santri masih di bawah umur, lebih berat lagi ancaman hukuman Undang-Undang Perlindungan Anak, 15 tahun penjara," tegas Ipda Vitasari.
Usai namanya dilaporkan, Kiai Muhammad Fahim Mawardi merasa tidak menerima dan menolak semua tuduhan terhadapnya. Dirinya juga akan menempuh jalur hukum untuk mengatasi kasusnya ini.
"Ini akan kita selesaikan, akan kita buat transparan. Publik yang akan menilai, ini fitnah atau tidak," tambah Kiai Muhammad Fahim Mawardi.