Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian publik lantaran terdapat pemberitaan soal nama Gibran ditangkap polisi Arab Saudi.
Publik pun mengkaitkan nama Putra Sulung Presiden Jokowi itu dengan Gibran putra Ketua DPRD Kabupaten Kerawang yang nekat membentangkan bendera Demokrat di Arab Saudi.
"Gibran demokrat mah kerennn mengabaikan keselamatan nya, lah Gibran yg ono noh bgmn caranya cari selamat betul apa betul kawan," tulis akun Twitter @ElinHerlinawa dikutip pada Sabtu (11/2/2023).
Melihat dibanding-bandingkan dengan Gibran Demokrat, Wali Kota Solo itu pun bereaksi.
"Salah saya apa ya pak?" tulis Gibran di Twitter.
Sebelumnya Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan yang ramai menyebut nama Gibran ditangkap polisi Arab Saudi.
Dalam narasinya memang benar nama Gibran ditangkap polidi di Arab Saudi. Namun, bukan Gibran putra bungsu Presiden Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Solo.
"Mohon izinkan saya untuk klarifikasi mengenai pemberitaan di beberapa media. Melalui postingan ini, ingin mengklarifikasi bahwa Gibran yang dimaksud di berita itu bukan saya melainkan Gibran putra Ketua DPRD Karawang yang membentangkan bendera
@PDemokrat di Masjid Nabawi," tulis Wali Kota Solo dikutip dari akun twitternya pada Sabtu (11/2/2023).
Ia meminta warga Kota Solo untuk tidak panik mendengar kabar Gibran ditangkap polisi tersebut.
"Sekali lagi, melalui postingan ini saya mengimbau agar masyarakat, khususnya Warga Solo untuk tidak panik atas pemberitaan ini. Terima kasih. Mohon maaf apabila kurang berkenan," tulis Gibran.
Gibran Putra Ketua DPRD Karawang
Sebelumnya diberitakan Gibran, putra Ketua DPRD Kabupaten Karawang Budianto, ditangkap askar atau polisi Kerajaan Arab Saudi di Madinah.
Hal itu lantaran Gibran nekat mengibarkan bendera Partai Demokrat di salah satu tempat suci umat Islam tersebut.
Kabar penangkapan Gibran oleh polisi Arab Saudi sendiri diungkapkan kawan separtai sang ayah, Abas Hadi Mulyana.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Karawang itu mengatakan, Gibran ditangkap saat umrah bersama sejumlah legislator serta pengurus DPC partai.