Gagasan Bonek Sholawat dan Berbadan Hukum Tiru Manajemen Suporter Liga Inggris

Suara Joglo

Selasa, 14 Februari 2023 | 17:31 WIB
Gagasan Bonek Sholawat dan Berbadan Hukum Tiru Manajemen Suporter Liga Inggris
Bonek Mania suporter Persebaya Surabaya (Suara.com)

Suara Joglo - Bonek terus berbenah. Citra buruk doyan tawuran, bikin resah, sering bentrok, pelan-pelan diubah. Hari ini, Selasa (14/02/2023), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui perwakilan Bonek dari berbagai tribun--pendukung Persebaya Surabaya

Pertemuan ini digagas setelah viral sejumlah suporter berpakaian Bonek melakukan aksi kriminal mengeroyok orang di Semarang Jawa Tengah, sebelum laga antara Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang beberapa waktu lalu. Video itu bikin Eri, termasuk para pentolan Bonek di Surabaya geram.

Dalam pertemuan itu, mereka bersepakat para pelaku kriminal berkostum Bonek jelas mencoreng nama suporter Bajol Ijo. Eri Cahyadi meminta Bonek berubah menjadi Bonek Sholawat, Bomek Kemanusiaan.

Ia juga berharap kerusuhan-kerusuhan, termasuk tindakan kriminal semacam itu tidak berulang lagi. Sebab, Eri melanjutkan, Bonek telah menjadi ikon Kota Surabaya, bukan hanya wajah dari Persebaya Surabaya.

"Perwakilan dari tribun kita sepakat Bonek ini berubah, Bonek ini menjadi Bonek sholawat, bonek kemanusiaan, yang mungkin ulah oknum tertentu yang mungkin menggunakan jubah Bonek, hasilnya menimbulkan keresahan masyarakat," ujar Eri Cahyadi.

"Kami merasa harus mengembalikan nama Bonek, Marwah Bonek. Ada beberapa tahapan yang akan kami persiapan, sehingga bagaimana ke depan kejadian ini tidak terulang kembali," ujarnya menambagkan.

Persebaya, kata dia, tidak akan besar tanpa Bonek. Kota Surabaya pun demikian. Sehingga, Bonek saat ini sudah menjadi marwanya Persebaya dan Kota Surabaya. 

Selain itu, Eri Cahyadi juga sempat menyinggung adanya badan hukum untuk para suporter, agar lebih mampu berdikari, demi kemajuan suporter yang ada di Surabaya sendiri.

"Nanti setelah ini temen-temen Bonek akan mengajak semuanya, senior Bonek, senior Persebaya untuk menuju ke sana. UU nomor 11 suporter itu harus punya organisasi dan berbadan hukum," ujarnya.

baca juga

"Nah ini waktunya kita berbenah. Saya yakin dengan orang-orang hebat ini bisa dilakukan untuk lebih baik lagi. Nanti tunggu ya, kita akan berjalan itu dalam tahapan-tahapan. Insyaallah beliau-beliau tribun kita semua akan menciptakan sesuatu yang baru untuk Bonek," katanya menambahkan.

"Bonek kemanusiaan akan terlihat, Bonek sholawat terlihat, guyub rukun terlihat. Bukan hanya ulah satu dua orang tercoret. Kami bukan seperti itu. Kami berdiri di sini hukan sebagai wali kota tapi sebagai Bonek, sebagai orang  Surabaya. Akan selalu menjaga nama Kota Surabaya dan Persebaya," urai Eri.

Sementara itu, salah satu pentolan Bonek Surabaya, Husin Ghozali menjelaskan soal pertemuan tadi. Dalam pertemuan, Husin selaku Bonek merasa dihargai oleh adanya undangan dari Wali Kota Surabaya.

"Pertemuan tadi sangat membangun Karena bagaimanapun wali kota sebagai warga Surabaya, dan orang yang dituakan di pemerintahan ini dan di Bonek Kami merasa diuwongke, bagaimana membangun Bonek ke depan yang lebih baik," ujar pria yang akrab disapa Cak Cong ini.

Dalam pertemuan tadi, Pemkot Surabaya dan Bonek akan berusaha merangkul bonek-bonek lainnya, yang tak tergabung dalam beberapa tribun yang selalu aktif. Karena dengan merangkul mereka, nantinya para Bonek yang tak tergabung ini bisa lebih beraktivitas secara positif.

"Karena di sosial media akhir-akhir ini kan Bonek meresahkan untuk itu kita berpikir bagaimana menciptakan kondisi untuk merangkul teman-teman di luar sana yang membikin resah masyarakat," ujarnya.

"Bagaimana caranya Bonek itu tetap pada porsinya mendukung Persebaya menjaga nama Persebaya menjaga nama baik Surabaya dan Bonek itu sendiri, bukan merusak nama baik Persebaya dan boneknya. Pemerintah fasilitasi itu bagaimana ke depannya agar lebih baik," terang Husin.

Soal kejadian di Semarang, Husin mengatakan jika kejadian itu di luar jangkauan para Bonek di Surabaya.

"Itu di luar jangkauan kami karena pihak panpel sekarang kan atau dari pihak keamanan tidak memberikan izin teman-teman Tribun juga tidak memberangkatkan karena belum ada izin dari pihak Semarang, makanya kami atas kejadian itu berinisiatif bertemu dengan semua Tribun dan diterima oleh pihak walikota," ungkapnya.

Saat ini, Pemkot Surabaya dan para Bonek berencana akan membuat organisasi dengan berbadan hukum, layaknya yang ada di Inggris.

"Itu sebenarnya masih wacana, berbadan hukum karena sesuai UU nomor 11 tahun 2022 nomor 54, suporter harus  Ini masih dikaji sama temen-temen. Bentuknya apa, apa perlu pembuatan badan hukum itu sendiri untuk suporter Bonek. Masih dikaji lebih dalam," ujarnya.

Saat ini, para Bonek nantinya akan berkumpul, dan membicarakan soal badan hukum, karena bisa dipastikan ada pro-kontra di dalam kubu Bonek Mania.

"Pasti pro kontra karena di dalam Bonek ada yang ingin lebih baik, ada yang ingin tetap adanya. Kita menghormati itu, kita belum ingin bahas itu karena kita kembalikan kepada internal masing-masing," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Imbas Aksi Kriminal di Semarang, Eri Cahyadi Gagas Bonek Punya Badan Hukum

Imbas Aksi Kriminal di Semarang, Eri Cahyadi Gagas Bonek Punya Badan Hukum

Jatim | Selasa, 14 Februari 2023 | 16:50 WIB

Permainan Ciamik Bajol Ijo, Digdaya di Enam Laga Jadi Modal Penting Melawat ke Pulau Dewata

Permainan Ciamik Bajol Ijo, Digdaya di Enam Laga Jadi Modal Penting Melawat ke Pulau Dewata

Jatim | Selasa, 14 Februari 2023 | 08:52 WIB

Persebaya Surabaya Menang 6 Kali Beruntun, Aji Santoso Ungkap Pesan Penting

Persebaya Surabaya Menang 6 Kali Beruntun, Aji Santoso Ungkap Pesan Penting

Joglo | Senin, 13 Februari 2023 | 23:09 WIB

Cafe Dessert di Surabaya untuk Valentine Bareng Pasangan

Cafe Dessert di Surabaya untuk Valentine Bareng Pasangan

Joglo | Senin, 13 Februari 2023 | 21:29 WIB

Terkini

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

×