Beredar video yang berisi suara Ferdy Sambo yang mengungkapkan penyesalannya yang kini kariernya hancur karena peristiwa pembunuhan Brigadir J.
Video itu beredar di media sosial TikTok @inisakura13. Video itu menampilkan gambar Ferdy Sambo memakai seragam polisi dan terdapat suara mantan jenderal tersebut.
"Saya terus merenungi betapa rapuhnya kehidupan saya sebagai manusia, tidak pernah terbayangkan sebelumnya kehidupan saya begitu terhormat dalam sekejap terperosok dalam nestapa dan kesulitan yang tidak terperihkan," ujar Ferdy Sambo dalam pledoi dikutip pada Kamis (16/2/2023).
"Demikianlah, penyesalan kerap tiba belakangan tertinggal oleh amarah dan murka yang mendahului," ujar Ferdy Sambo.
Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis mati terhadap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
"Menjatuhkan pidama terdakwa Ferdy Sambo SH. SiK MH, divonis pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso dalam persidangan, Senin (13/2/2023).
Lebih lanjut, hakim menyatakan perbuatan Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.
Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Ferdy Sambo bersalah melanggar Pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dari jaksa penuntut umum (JPU).
Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dalam kasus dugaan perintangan penyidikan atau obstraction of justice tewasnya Brigadir J.
Baca Juga: Shin Tae-yong Beberkan Tak Senang Kongres PSSI Dipercepat Hari Ini
"Menyatakan terdakwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dan diancam dalam dakwaan Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP," kata majelis hakim Wahyu.
Diketahui, putusan ini lebih berat dibandingkan tuntutan dari jaksa yang menuntut Ferdy Sambo dengan pidana seumur hidup.