Kasus penipuan robot trading ATG yang dilakukan crazy rich Wahyu Kenzo menyeret nama-nama artis besar di tanah air. Bahkan dua nama artis yang erat dikaitkan dengan Wahyu Kenzo yakni Atta Halilintar dan Raffi Ahmad diduga sudah ditangkap polisi.
Sebelumnya nama Wahyu Kenzo sendiri sudah ditangkap dan menjadi tersangka atas penipuan berkedok robot trading ATG yang dia kelola. Nama arti seperti Raffi Ahmad dan Atta Halilintar hingga Judika masuk dalam daftar nama yang diduga terlibat dalam sepak terjangnya.
Menukil dari kanal YouTube Goresan Terkini, Rabu (12/4/2023) video durasi nyaris sembilan menit itu menunjukkan sosok mirip Raffi Ahmad dan juga Atta Halilintar.
Keduanya tengah menggunakan rompi merah dan digelandang oleh aparat. Bahkan di thumbnail video tertulis "Raffi dan Atta Diringkus Polisi Teseret Kasus Robot Treding Wahyu".
Di dalam judul video tertulis juga "Tak Bisa Mengelak Lagi, Raffi dan Atta Halilintar di Seret Kasus Robot Treding Wahyu Kenzo".
Lantas benarkah Raffi dan Atta sudah ditangkap dan digelandang ke rumah tahanan akibat penipuan yang dilakukan Wahyu Kenzo?.
Penjelasan
Dalam video di kanal YouTube Goresan Terkini, video dibuka dengan kondisi ribut-ribut antara Atta Halilintar dan sejumlah orang berbadan tegap.
Narator juga menjelaskan siapa itu Wahyu Kenzo dan segala kerajaan bisnisnya hingga menyeret para artis-artis seperti Raffi dan juga Atta.
Baca Juga: CEK FAKTA: Devano Putra Iis Dahlia Punya Nama Baru Setelah Pindah Agama
Keduanya dituding menerima hadiah dari Wahyu Kenzo. Raffi dan Atta dijelaskan dalam video merupakan artis yang di-endorse dan menjadi brand ambassador produk kesehatan milik Kenzo, Legion.
Video tersebut lebih fokus terhadap kaitannya Raffi dan Atta yang sudah menerima uang dari Wahyu Kenzo dari hasil penipuan.
Kuasa Hukum para korban, Zainul Arifin juga menegaskan bahwa mereka yang dilaporkan penyidik lantaran menerima hadiah-hadiah yang diduga dari hasil haram.
Kesimpulan
Dalam video itu tidak ada narasi yang memastikan dua aktor tersebut benar-benar diseret oleh pihak berwenang karena dugaan keterlibatannya dengan penipuan Wahyu Kenzo.
Bisa dipastikan bahwa video tersebut masuk dalam kategori disinformasi, menyusul tidak ada ketidaksinkronan antara judul dan potongan thumbnail yang disematkan.