Jagat media sosial (medsos) sempat digegerkan dengna kasus penganiayaan oleh anak polisi di Medan.
Kasus penganiyaan oleh anak polisi melibatkan seorang Perwira Polisi, AKBP Achiruddin Hasibuan di Medan. Anaknya, Aditya Hasibuan (19) diketahui menganiaya korban bernama, Ken Admiral.
Dalam video yang beredar, ayah Aditya justru ikut dalam pertengkaran itu. Bahkan tak ada niatan untuk melerai.
Namun kini yang menjadi berbincangan adalah hilangnya bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi saat kejadian penganiayaan berlangsung.
Tak pelak, hilangnya CCTV membuat nama mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo kembali terseret dalam kasus itu. Termasuk dalam unggagan akun Twitter @KangManto123 yang dilansir, Kamis (27/3/2023).
"CCTV rusak, megang laras panjang, menyemangati sang anak agar tidak emosi saat menghajar korban. Kok bisa ya ada orang tua sadis begini?. Pelaku dan orang tua harus benar-benar dihukum berat, demi wujud supresmasi hukum di NKRI," unggahan tersebut.
Unggahan itu langsung mendapat beragam respon dari warganet. Tak sedikit yang menyoroti rusaknya CCTV yang seharusnya tak menjadi alasan.
"Kalau kena kasus kok mesti cctv rusak, najis," tulis @Salaz*****.
"Hukum berat serta PTDH," tambah @Dianadjiemun***.
Baca Juga: Kapolda Sulsel Cek TKP Usai Markas Polres Jeneponto Diserang Sekelompok Orang
"Rapih bener, pasti berguru sama Sambo ya," timpal @tansa***.
"Masyrakat udah muak dengan modus-modus beginim ganti modus yang lain dong," tambah @gallery_sm**.