Video dugaan pengancaman menggunakan pisau oleh pedagang baju thrifting di Bandung kepada dua orang perempuan viral di media sosial.
Kedua perempuan ini mengaku sudah mentransfer sebagian uang untuk membuka usaha baju thrift. Namun saat waktu yang disepakati tiba, barang tersebut tak kunjung dikirim dan perempuan tersebut mendatangi lokasi toko suplier.
Peristiwa tersebut terjadi di Pasar Gedebage, Bandung di mana video pengancaman diunggah oleh akun TikTok @lilyourstuff.
Akun yang diduga milik perempuan tersebut menceritakan kronologi peristiwa. Di mana pada 10 April 2023, perempuan ini datang ke toko suplier untuk mencari informasi terkait baju thrift.
Pedagang dan perempuan itu terus menjalin komunikasi melalui WA. Setelah pertama kali bertemu, empat hari kemudian, suplier meminta perempuan tersebut mentransfer uang muka untuk mendapatkan barang.
"Tiba-tiba tanggal 14 April minta uang masuk dulu untuk simpan barang katanya. Dia juga nakut-nakutin kalau barang tinggal 1 (ball)," tulis akun tersebut dikutip, Jumat (12/5/2023).
Setelah ditransfer, perempuan itu dikabari bahwa barang yang dipesan untuk tanggal 15 April justru dijual ke orang lain. Karena tidak percaya dengan pedagang ini, perempuan itu meminta untuk meminta kembali uangnya karena tidak sesuai dengan kesepakatan.
"Tapi orang ini menjanjikan bahwa barangnya akan datang pada tanggal 16 April, dan kita positif thinking aja. Tapi tanggal 16 April kita hubungi jam 05.25 WIB tidak ada balasan dan baru dijawab jam 11.00 siang. Pelaku ini bilang katanya barang udah ada tapi harus diamanin dulu, ga ngerti maksudnya," kata perempuan itu.
Karena sudah lewat dari perjanjian perempuan ini mendatangi lokasi toko. Bukannya mendapat baju thrift yang dijanjikan, pedagang ini justru marah-marah dan mengancam mereka dengan pisau.
Baca Juga: Polisi Serahkan WNA yang Ludahi Imam Masjid ke Imigrasi Bandung, Tersangka Berpotensi Dideportasi
Tak hanya itu, suplier juga marah-marah dalam rekaman video dan berencana mendatangi rumah perempuan karena tak terima diviralkan. Dalam rekaman terlihat bahwa pedagang itu dinamai 'Ari Kaos Blok B 60'.
Perempuan tersebut mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.