Klub PSIS Semarang tak hanya memperkuat di sektor pemain. Pelatih pun juga dilakukan.
Bahkan Gilbert Agius kini mempunyai enam asisten pelatih, dari M. Ridwan, I Komang Putra, Basuki Setyabudi, Idrus Gunawan, Arif Rachman dan terakhir Eko Purdjianto yang baru bergabung.
Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menuturkan bahwa timnya mencoba membuat grand desain seperti Timnas Indonesia U22 untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2023/2024.
Sebagaimana di Timnas U22, tim pelatih terdiri dari legenda-legenda Timnas di setiap posisi untuk fokus dalam menangani masalah yang ada di posisi tersebut.
Seperti di pos penjaga gawang, Timnas U22 memiliki Sahari Gultom, di belakang ada Eko Purdjianto yang kini juga bergabung bersama PSIS, di tengah ada Bima Sakti, sementara di depan ada Kurniawan Dwi Yulianto.
Begitu pun di PSIS, dalam beberapa posisi ada mantan pemain Laskar Mahesa Jenar di dalam skruktur kepelatihan. Di penjaga gawang, ada nama I Komang Putra dan Basuki Setyabudi.
Sementara di lini belakang ada Idrus Gunawan dan Eko Purdjianto yang juga menjadi manager team, di tengah ada Arif Rachman, sementara pemain depan langsung oleh Gilbert Agius karena pelatih asal Malta ini dulunya berposisi sebagai penyerang.
Dan di analisis, terdapat nama Muhammad Ridwan yang juga mantan pemain PSIS dan pernah merasakan juara Liga Indonesia bersama Sriwijaya FC dan Persib.
"Kami coba tiru grand desain Timnas U22 yang kemarin mendapatkan medali emas di SEA Games. Di setiap posisi kami kasih mantan pemain PSIS untuk mengamati dan lebih detail setiap kali ada kekurangan," tutur Yoyok Sukawi pada Selasa (6/6/2023).
"Harapannya tentu jika setiap lini ada yang mengamati, segala kekurangan PSIS bisa segera dievaluasi. Doakan ya rencana kami berhasil seperti Timnas U22 yang juara di SEA Games kemarin," tutup Yoyok Sukawi.