Kereta cepat Jakarta-Bandung kembali melakukan uji coba dengan kecepatan mencapai 350 km/jam, Kamis (22/6/2023). Menhub Budi Karya Sumadi bersama Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ikut serta dalam percobaan tersebut.
Menko Luhut mengaku takjub dengan kecepatan kereta cepat, yang jarak Jakarta-Bandung bisa ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit.
Selanjutnya, kereta cepat Jakarta-Bandung dijadwalkan akan beroperasi pada 18 Agustus 2023.
Lantas berapa harga tiketnya? PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membocorkan tarif yang akan dikenakan ke masyarakat. Diperkirakan mencapai Rp250 ribu untuk sekali jalan.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, besaran tarif itu merupakan usulan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Dari Kemenhub minta kalau bisa (tarif) di bawah Rp 250 ribu," ujarnya di Jakarta dikutip dari Suara.com, Jumat (23/6/2023).
Diketahui, kereta api cepat Jakarta-Bandung memiliki tiga kelas, yakni VIP dengan total 18 penumpang, kelas 1 memiliki kapasitas 28 penumpang, dan kelas 2 berjumlah 555 penumpang.
Dwiyana tidak merinci perkiraan tarif yang diminta Kemenhub tersebut untuk kelas mana.
Dia hanya menyebut, tarif itu masih dalam kajian lebih lanjut. Karena itu, sampai sekarang belum ada pengumuman resmi mengenai besaran tarif yang akan dikenakan.
"Itu yang kita bahas dengan KAI makanya kenapa tarif belum bisa kita sampaikan. Karena itu kita ingin ada integrasi ticketing juga dengan feeder, dengan LRT seperti itu," ungkapnya.
Pihaknya masih menghitung besaran tarif, termasuk ketika penumpang ingin terhubung dengan angkutan penghubung lainnya. "Makanya nanti saat COD (Commercial Operation Date) benar-benar penumpang itu seamless ya benar-benar kita buat mudah untuk mendapatkan tiket semuanya," kata dia.
Namun demikian, Dwiyana mengungkapkan, kereta cepat Jakarta-Bandung akan diberlakukan soft operation alias gratis selama dua bulan awal.
Tarif tiket baru diberlakukan pada awal Oktober. "Targetnya (berbayar) Minggu pertama Oktober," katanya.