Golkar dan PAN resmi berkoalisi untuk mendukung pencapresan Prabowo Subianto. Momen itupun banyak disebut kubu Ganjar Pranowo serupa kala Jokowi dikeroyok di Pilpres 2014 silam.
Berlokasi di gedung Museum Naskah Proklamasi, Golkar dan PAN kompak memberikan dukungannya terhadap capres Prabowo Subianto.
Masuknya Golkar dan PAN menambah postur koalisi yang mengusung pencapresan menjadi gemuk setelah sebelumnya sudah ada Gerindra, PKB serta PBB.
Situasi itupun ditanggapi sejumlah loyalis Ganjar Pranowo dianggap serupa dengan yang terjadi pada Jokowi kala mengikuti Pilpres 2014 silam.
Di masa itu, Jokowi didukung lima partai yakni PDIP, PKB, NasDem, Hanura serta PKP. Sementara Prabowo yang jadi rivalnya kala itu didukung partai Gerindra, PKS, PPP, PAN, Golkar serta PBB.
"Ini seperti Pak Jokowi 2014," tulis Muhammad Guntur Romli.
"Yang asyik itu Ganjar menjawab gabungnya Golkar dan PAN ke Gerindra dengan santai dan pake baju gambar Jokowi hahahaha...Deja vu 2014," tulis Denny Siregar.
Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan hadir di gedung Museum Naskah Proklamasi didampingi Prabowo Subianto serta ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Mereka mendeklarasikan dukungan capres ke Prabowo yang ditandai denga tanda tangan kerja sama politik.
Baca Juga: Sempat Dilobi PDIP, Golkar dan PAN Kompak Gabung Koalisi Gerindra Dukung Capres Prabowo
Dalam pidatonya, Airlangga menyebut alasan dukungan partainya karena Prabowo lahir dari rahim Partai Golkar sehingga searah, sejalan, dan setujuan dengan Partai Golkar.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut koalisi ini untuk melanjutkan apa yang telah dicapai oleh pemerintahan saat ini.
"Menuntaskan perjuangan Pak Prabowo karena harus melanjutkan apa yang sudah dicapai Presiden saat ini, kami punya peluang emas," ujar Zulhas.
Muhaimin Iskandar yang mendapatkan kesempatan ketiga menyampaikan pidatonya mengatakan bahwa PKB bersama Golkar, PAN, dan Gerindra ingin menuntaskan pekerjaan membangun Indonesia.
"Mudah-mudahan kami bersama PKB, Golkar, dan PAN bisa menuntaskan pekerjaan," kata Muhaimin.