Soal Pemilu 2024, Habib Ja'far Ingatkan Masyarakat Soal Demokrasi Ala Nabi Muhammad

Suara Joglo | Suara.com

Jum'at, 08 September 2023 | 21:58 WIB
Soal Pemilu 2024, Habib Ja'far Ingatkan Masyarakat Soal Demokrasi Ala Nabi Muhammad
Potret Habib Husein Ja'far ((Instagram/@husein_hadar))

Jelanng Pemilu 2024, suhu politik biasanya akan memulai memanas. Tidak hanya oleh para elite politik, namun hingga sampai ke masyarakat paling bawah. 

Namun demikian, Pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar mengungkapkan pentingnya melek politik dan berkontribusi pada Pemilu Damai 2024 serta mencontoh demokrasi seperti cara Nabi Muhammad SAW.

"Menjelang Pemilu 2024, masyarakat Indonesia harus mulai melek politik. Setidaknya ikut memeriahkan pemilu dengan damai, menggunakan hak pilih dan memahami siapa yang akan dipilih. Jangan sampai keluguan, dan ketidaktahuan terhadap politik dan demokrasi, malah dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa," kata Habib Ja'far dikutip dari ANTARA pada Jumat (8/9/2023).

Menurutnya, tujuan utama politik adalah untuk membangun bangsa, oleh karena itu masyarakat harus mengetahui profil para kandidat serta menjaga stabilitas nasional, kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa dalam merayakan pesta demokrasi.

Jangan sampai, demi kemenangan semata, persatuan Indonesia tergadaikan dengan adanya politik praktis.

"Pembangunan bangsa itu basic utamanya adalah persatuan. Nah, politik identitas itu artinya politik yang menggunakan identitas untuk perpecahan. Sehingga sudah seharusnya itu ditolak karena bertentangan dengan prinsip dasar dalam politik, yaitu membangun bangsa dengan persatuan," ujar Habib Ja’far.

Habib Ja’far mencontohkan salah satu praktik politik Nabi Muhammad SAW yang patut dicontoh adalah Piagam Madinah.

Menurutnya, piagam Madinah itu adalah salah satu piagam paling demokratis dan tetap relevan hingga saat ini yang pernah ada dalam sejarah umat manusia.

"Ketika menjadi pemimpin di Madinah, Nabi melihat siapapun yang ada di Madinah, dilihat dalam perspektif sebagai kewargaan. Tidak dalam perspektif identitas agamanya, tidak dalam perspektif identitas sukunya. Sehingga siapa saja dari suku manapun dan agama apapun dilindungi, selama mereka mau hidup damai, saling menghormati, saling toleran satu sama lain," lanjutnya.

Habib Ja'far mengatakan bahwa politik Nabi Muhammad berorientasi kepada rahmatan lilalamin, rahmat bagi semesta.

"Nabi saat itu juga menjadi pemimpin Madinah bukan karena beliau sebagai seorang Nabi dari kalangan umat Islam. Namun, seorang yang dipercaya oleh siapa saja yang ada di Madinah saat itu lantaran alamin, terpercaya sebagai seorang pemimpin," ucap Habib Ja’far.

Oleh karena itu, dia menyerukan agar masyarakat memilih bukan karena sosok, identitas (suku, agama, ras, budaya) melainkan karena value yang diperjuangkan dari para kandidat. Menurutnya, sosok itu suatu hari mungkin berkhianat, mungkin berganti visi, mungkin berganti value.

"Keberpihakan kita kepada nilai bukan kepada sosok. Maka tidak ada istilah kalah, karena begitu dia menang walaupun dia bukan sosok yang kita jagokan. Tapi yang kita jagokan adalah nilai, sehingga kita akan terus kawal dia memperjuangkan nilai yang positif," tegas Habib Ja’far.

Dengan begitu, Habib yang dikenal dengan program podcast Log In ini berpendapat, pemilih akan selalu berada di pihak yang menang kalau politiknya itu bukan politik elektoral tapi politik kebangsaan. Makanya yang terpenting sekarang adalah terus meriset dan terus mendorong kepada para calon untuk berbicara tentang hal yang baik dan ditanya tentang visi-misinya.

“Saya pilih dia karena ganteng, oh saya pilih dia karena sukunya ini, oh saya pilih dia karena pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya identitas. Enggak, tapi lebih kepada nilainya saya pilih dia karena dia memilih untuk berpihak kepada Indonesia, memilih untuk berpihak kepada persatuan,” kata Habib Ja’far.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Ada Cuti Bersama Maulid Nabi 2023? Catat Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

Apakah Ada Cuti Bersama Maulid Nabi 2023? Catat Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

News | Jum'at, 08 September 2023 | 17:30 WIB

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dengan Dalilnya

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dengan Dalilnya

News | Jum'at, 08 September 2023 | 10:07 WIB

Maju Sebagai Cawapres Anies Baswedan, Segini Harta Kekayaan Cak Imin

Maju Sebagai Cawapres Anies Baswedan, Segini Harta Kekayaan Cak Imin

Tekno | Kamis, 07 September 2023 | 15:23 WIB

Terkini

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:51 WIB

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:48 WIB

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:47 WIB

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Dilema Ibu Bekerja dan Isu Daycare Nakal: Antara Bertahan, Percaya, & Cemas

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 12:45 WIB

Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah

Kasus Medis Ilegal Finalis Putri Indonesia Riau, Wajah Belasan Orang Rusak Parah

Riau | Rabu, 29 April 2026 | 12:44 WIB

Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?

Menakar Urgensi Jurnal Tulis Tangan di Era Digital, Masih Relevan?

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 12:42 WIB

5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17

5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 12:41 WIB

Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?

Kenapa Elly Sugigi Gemar Sekali Bikin Pernikahan Gimik?

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 12:41 WIB

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB