Ketum PSSI, Panggung Menjanjikan Erick Thohir Tuju Cawapres 2024

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Senin, 20 Februari 2023 | 16:22 WIB
Ketum PSSI, Panggung Menjanjikan Erick Thohir Tuju Cawapres 2024
Ilustrasi Ketum PSSI Erick Thohir. [Suara.com]

Komisi X DPR RI bakal ikut memantau kinerja Erick Thohir dalam memimpin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, pemantauan itu diperlukan guna memastikan Erick tidak menjadikan jabatannya untuk kendaraan politik menuju Pilpres 2024.

Huda mengatakan salah satu cara untuk melihat Erick terjebak dan menggunakan PSSI untuk kepentingan politik jangka pendek atau tidak ialah melihat kinerjanya dari waktu ke waktu. "Ya kita lihat day to day, apakah kebijakannya berbasis kepada transformasi pembaharuan pengelolaan sepakbola kita atau tidak. Ukurannya itu menurut saya," kata Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/2).

Menjadi pemantauan juga, apakah kinerja Erick ke depan akan sama dengan para pendahulunya di kursi Ketum PSSI atau justru berbeda. "Kita lihat ke depan, apakah ada lompatan-lompatan atau terobosan-terobosan baru. Kita lihat saja nanti," ujar Huda.

Sebelumnya Huda mengingatkan Erick Thohir agar tidak menjadikan jabatan Ketua Umum PSSI sebagai alat kendaraan politik menuju Pilpres 2024. Bila itu terjadi, tentu akan berdampak besar terhahdap dunia sepakola tanah air. "Saya menyeru dan saya memberikan imbauan moral kepada Mas Erick Thohir, saya berharap sekali PSSI jangan terjebak jangka pendek, terutama kepada konteks kepentingan politik jangka pendek," tuturnya.

Huda mengatakan terlalu mahal harga yang harus dibayarkan apabila PSSI hanya digunakan untuk kepeningan politik jangka pendek. Apalagi publik sudah lama menanti perubahan di tubuh PSSI secara khusus dan umumnya untuk sepakbola Indonesia. "Saya meyakini ketika PSSI terjebak jangka pendek, tetutama pada kepentingan politik jangka pendek yang jadi korban menurut saya publik sepakbola kita. Saya kira perlu dihindari, apapun suasananya," kata Huda.

Karena itu, Huda berpandangan Erick Thohir perlu menahan hasratnya untuk menjadikan PSSI sebagai kendaraan politik apapun, termasuk terkait Pilpres 2024. Mengingat Erick merupakan salah satu kandidat calon wakil presiden. "Kepentingan apapun atau cita-cita apapun yang sedang ingin diraih oleh Mas Erick Thohir dalam jangka pendek ini, karena semua itu harus kita letakan," katanya.

Koordinator Save Out Soccer (SOS) Akmal Marhali menilai, selama ini sepak bola berdampak banyak bagi politisi secara individu. Namun sepak bola tidak mendapat hal yang signifikan terhadap apa yang sudah dikerjakan oleh para politisi. "Untuk politisinya berdampak besar, karena sepak bola ini mengandung unsur politik yang sangat seksi karena sepak bola itu kan penontonnya banyak. Dibanding cabang olahraga lain, sepakbola yang paling seksi," kata kepada Suara.com, Senin (20/2).

Akmal mengemukakan, Erick Thohir berpotensi mendompleng elektabilitasnya di kancah politik nasional setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI. Terlebih untuk kepentingan Pemilihan Presiden 2024.

Tidak heran jika menjadi Ketua Umum PSSI, sangat menggiurkan sebagai batu loncatan. Termasuk Erick Thohir, terlebih namanya kini telah digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden. "Kalau saya lihat sih, kemungkinan seperti itu. Ya artinya, dibuktikan saja nanti. Apakah bulan September beliau nanti nyalon jadi Cawapres," ungkapnya.

baca juga

Terlepas dari hal itu, Akmal menilai Erick Thohir sebenarnya figur yang cocok sebagai Ketum PSSI apalagi dengan ide dan kematangannya di dunia sepakbola, ditambah power kekuasaan dan politiknya. "Cuma apakah bisa seorang Erick Thohir memajukan sepak bola Indonesia dengan ekosistem yang sangat kotor. Ditambah lagi tiba-tiba beliau naik ke politik buat nyawapres,” tuturnya.

Intervensi Pemerintah

Dua Menteri menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI. Mereka yaitu Menteri BUMN Erick Thohir dan Menpora Zainudin Amali.

Tak terelakkan, muncul anggapan publik bahwa pemerintah mengintervensi PSSI dengan masuknya dua anak buah Jokowi tersebut.

Erick Thohir membantah pemerintah intervensi PSSI. "Tapi yang benar bagaimana kita menyukseskan pembangunan sepak bola menyeluruh, justru kerja sama pemerintah dan PSSI serta masyarakat sepak bola ditingkatkan," kata Erick Thohir saat pertemuan antara jajaran pengurus dan Exco PSSI dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Erick menyadari banyak pengembangan sepak bola yang perlu dilakukan untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Upaya pengembangan itu perlu mendapat dukungan pemerintah.

Pengembangan sepak bola nasional itu, kata Erick, antara lain pembangunan Tim Nasional Indonesia dan pembangunan fasilitas pelatihan serta pembinaan sepak bola. Untuk melakukan hal itu, Erick menegaskan PSSI tidak bisa bekerja sendirian.

"Tidak mungkin kita sendirian membangunnya, apalagi menata benchmarking dari banyak negara. Jadi, mohon Bapak Presiden, kehadiran hari ini tidak lain kami (PSSI) ingin memastikan bahwa kami ingin merajut kerja sama dengan pemerintah secara maksimal supaya kita bisa pastikan sepak bola punya peningkatan signifikan. Dan ini menjadi bagian komitmen dari kami," ujar Erick.

Klaim Didukung FIFA

Erick Thohir menyebut bahwa dukungan organisasi induk sepak bola dunia, FIFA, menjadi bukti bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap sepak bola nasional.

Erick menjelaskan bahwa usai dirinya resmi terpilih sebagai Ketum PSSI 2023-2027, Presiden FIFA Gianni Infantino mengirimkan surat yang berisi ucapan selamat dan dukungan kepadanya.

"Kalau intervensi, saya rasa kemarin habis saya dipilih, FIFA langsung nge-banned, kok malah dapat surat. Di dalam surat Presiden FIFA itu secara pribadi, ini kata-kata yang luar biasa yang saya rasa pasti rekan-rekan Exco (PSSI) tidak pernah mendapatkan surat seperti ini. Ini secara pribadi mendukung," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Menurut Erick, ada kedekatan moral dari FIFA untuk bersama-sama membuat perubahan sepak bola dunia, termasuk Indonesia melalui PSSI.

Erick yang menjabat sebagai Menteri BUMN itu menegaskan bahwa terpilihnya ia sebagai Ketum PSSI merupakan sebuah kerja sama dan dukungan dari pemerintah terhadap sepak bola nasional. "Kalau intervensi itu memaksakan kehendak pemerintah. Contoh misalnya semua wakil pemerintah, kepengurusan ini dipaksakan tidak sesuai statuta, tidak. Ini kolaborasi antara komunitas, kami yang memang pecinta olahraga," klaimnya.

Erick menegaskan bahwa dirinya bukan orang baru di organisasi sepak bola tanah air. Dia tercatat pernah menjadi Wakil Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) pada tahun 2009-2019.

Selain itu, ia juga menjabat Direktur Keuangan Persija Jakarta pada 2000, bahkan salah satu pemilik saham Persis Solo sejak 2021. Ia juga merupakan mantan Presiden Klub Inter Milan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi X Tangkap Sinyal Menpora Ingin Mundur Demi Fokus Urus PSSI, Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah

Komisi X Tangkap Sinyal Menpora Ingin Mundur Demi Fokus Urus PSSI, Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah

News | Senin, 20 Februari 2023 | 16:02 WIB

Menpora Zainuddin Amali Temui Presiden di Istana, Mau Undur Diri Jadi Menteri?

Menpora Zainuddin Amali Temui Presiden di Istana, Mau Undur Diri Jadi Menteri?

Cianjur | Senin, 20 Februari 2023 | 15:35 WIB

Membedah Aturan yang Larang Menteri Rangkap Jabatan, Jokowi Bisa Disanksi Berat!

Membedah Aturan yang Larang Menteri Rangkap Jabatan, Jokowi Bisa Disanksi Berat!

News | Senin, 20 Februari 2023 | 15:19 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB