Hitung-hitungan Jika Ganjar Tak Berjodoh dengan Prabowo; Masih Ada Ridwan Kamil, Mahfud MD Sampai Erick Thohir

Chandra Iswinarno

Senin, 01 Mei 2023 | 19:24 WIB
Hitung-hitungan Jika Ganjar Tak Berjodoh dengan Prabowo; Masih Ada Ridwan Kamil, Mahfud MD Sampai Erick Thohir
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menhan Prabowo Subianto meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023). [Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Untuk mengajak Koalisi Indonesia Raya atau KIR, yang terdiri dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PIDP) dinilai akan menemui kesulitan yang terjal.

Apalagi saat ini, Partai Gerindra sudah memastikan mengusung sang ketua umum Prabowo Subianto dan PDIP sudah menunjuk Ganjar Pranowo untuk berkontestasi pada Pilpres 2024 mendatang.

"Koalisi KIR yang terdiri atas PKB dan Gerindra tentu bisa diajak bergabung dengan PDIP tapi dengan posisi tawar yang tidak mudah," kata Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Kleden seperti dikutip Antara pada Senin (1/5/2023).

Marianus mengemukakan PDIP bisa saja menawarkan posisi calon wakil presiden (cawapres) dari koalisi KIR. Namun, figur yang yang akan ditentukan sebagai cawapres dari KIR tidak mudah.

"Mau dipasangkan siapa yang jadi cawapres. Yang dihitung tentu saja bukan hanya dukungan suara tetapi apakah ideologi nasional tetap dominan," katanya.

Lebih jauh, ia mengemukakan, keberadaan tokoh PKB tentu diperhitungkan dalam menentukan cawapres Ganjar, Namun bagaimana dengan nasib Prabowo?

Untuk menggandeng cawapres, saat ini mungkin Ganjar akan mempertimbangkan dukungan yang kuat dari kalangan pemilih Islam. Dengan demikian, selain Prabowo Subianto, ada sejumlah figur lain yang bisa dijadikan kandidat, seperti Ridwan Kamil yang mendapat dukungan kuat dari masyarakat Jawa Barat.

Ia mengungkapkan, jika Ganjar mendapat dukungan kuat di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan dipasangkan dengan Ridwan Kamil yang mendapat dukungan kuat di Jawa Barat, maka peluang memenangkan pilpres cukup besar.

Kemudian alternatif pilihan lain, yakni memasangkan Ganjar dengan Mahfud MD untuk menjaring pemilih dari kalangan nahdliyin. Selain Mahfud, nama Erick Thohir juga punya peluang, serta nama Sandiaga Uno yang dianggap fleksibel mendayung di antara arus nasionalis dan Islamis.

baca juga

"Namun situasi masih sangat fleksibel dan beberapa tokoh itu dan lainnya memiliki peluang untuk menjadi cawapres," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Soal Cawapres Pasangannya di Pilpres, Ini Jawaban Prabowo Subianto

Ditanya Soal Cawapres Pasangannya di Pilpres, Ini Jawaban Prabowo Subianto

Kotak Suara | Senin, 01 Mei 2023 | 18:44 WIB

Presiden KSPSI Andi Gani Pastikan Dukungan buat Ganjar Nyapres Tak Mewakili Suara Partai Buruh

Presiden KSPSI Andi Gani Pastikan Dukungan buat Ganjar Nyapres Tak Mewakili Suara Partai Buruh

News | Senin, 01 Mei 2023 | 18:20 WIB

'Nyanyian' Megawati Bela Ganjar yang Diserang Usai Tolak Timnas Israel, Singgung Konstitusi

'Nyanyian' Megawati Bela Ganjar yang Diserang Usai Tolak Timnas Israel, Singgung Konstitusi

News | Senin, 01 Mei 2023 | 17:08 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×