Sandiaga Ogah Ikut Campur Penentuan Capres-Cawapres; Saya Serahkan ke Pimpinan PPP dan Koalisi

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Rabu, 09 Agustus 2023 | 15:57 WIB
Sandiaga Ogah Ikut Campur Penentuan Capres-Cawapres; Saya Serahkan ke Pimpinan PPP dan Koalisi
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, Sandiaga Uno. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bakal tegak lurus dengan pimpinan partai berlambang kakbah tersebut dalam penentuan capres dan cawapres.

Sandiaga mengemukakan, tidak ingin ikut campur terlalu jauh mengenai diskurus yang menurutnya menjadi ranah pimpinan partai dengan koalisi. Ia hanya meyakini keputusan mereka nantinya merupakan yang terbaik, apapun hasilnya.

"Saya tentunya menyerahkan diskursus itu kepada tingkat pimpinan partai politik," kata Sandiaga dalam keterangannya saat menghadiri acara Kelana Nusantara di Mapanget, Talawaan, Sulawesi Utara pada Rabu (9/8/2023).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) ini hakulyakin bahwa yang harus diperjuangkannya saat ini yakni berfokus pada bagaimana PPP bisa memberikan keberkahan, yaitu dengan konsep harga murah, kerja mudah dan hidup barokah.

Sandiaga menegaskan hal-hal tersebut yang saat ini menjadi fokus dirinya sebagaimana slogan PPP, yakni harga murah, kerja mudah dan hidup berkah.

Dengan begitu Sandiaga berharap kontestasi demokrasi lima tahunan dapat menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Konsep saya adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas, kebetulan kita ada di destinasi super prioritas, jadi ini adalah bagian daripada perjuangan kita. Dan saya yakin apapun keputusan nanti di penghujungnya itu adalah terbaik untuk NKRI," kata Sandiaga.

Sebelumnya, Sandiaga menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani ihwal kekhwatiran internal jika dirinya tidak terpilih menjadi bakal cawapres Ganjar Pranowo.

Terlebih soal langkah politik PPP ke depan dan potensi bubarnya kerja sama politik dengan PDIP jika Ganjar tidak menetapkan Sandiaga sebagai cawapres Diakui Sandiaga, dirinya juga mendapat pertanyaan mengenai hal tersebut dari banyak kader.

baca juga

"Terus terang itu yang banyak ditanya ke saya dari kader, terutama ini saya bertemu dengan kader dari Bitung, dari Kota Manado, dari Minut (Minahasa Utara), 'bagaimana rencana ke depan karena ini sudah mendekati 2 bulan sebelum pendaftaran?'," ujar Sandiaga

Pernyataan Arsul Sani

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani mengungkapkan bahwa di internal partainya berkembang pembicaraan nasib partai tersebut bila Sandiaga Uno tidak dijadikan bakal calon wakil presiden oleh Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Menurutnya, hal itu bisa berkembang lantaran di PPP sendiri sebenarnya dukungannya terhadap figur bacapres itu tidak lah tunggal.

"Itu memang berkembang sekarang. Saya harus akui itu berkembang. Kenapa kok itu berkembang? Karena kan temen-temen media juga tahu, bahwa di PPP itu jujur saja, yang mendukung Mas Ganjar banyak, yang mendukung Mas Anies juga lumayan banyak, yang mendukung Pak Prabowo juga lumayan banyak," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Ia menyampaikan, jika PPP memang merupakan partai yang berbeda dari partai lainnya. Menurutnya, PPP tak bisa dikomandoi agar semua tegak lurus.

"Tapi itu tadi, ini kan berbeda, tidak bisa partai ini dikomando misal 'eh kau harus tegak lurus nggak boleh tengok kanan tengok kiri'. Nggak bisa kalau di PPP. Itu mau dibilang kelemahan ya boleh saja kelemahan," tuturnya.

Adapun adanya pembicaraan yang berkembang tersebut, kata Arsul, muncul lantaran PPP dalam memberikan dukungan ke Ganjar Pranowo itu tanpa adanya kontrak politik.

Terlebih juga di internal partai mulai ada sejumlah pihak mendengar jika Sandiaga Uno tak akan dipilih menjadi cawapres.

"Maka berkembang juga, antara lain yang sedang berkemuka adalah itu. Kalau Pak Sandi tidak jadi cawapres itu, harus bagaimana PPP? Kalau pertanyaannya seperti itu, apakah tetap ada koalisi ini atau kemudian itu, kan masih berkembang gitu lho," ujarnya.

"Muncul seperti itu kan pasti, kan teman-teman di PPP juga mendengar ada kemungkinan Pak Sandi juga tidak dipilih. Kan begitu, pasti lah," sambungnya.

Kendati begitu, Arsul mengatakan, hubungan PPP dengan PDIP kekinian masih baik-baik saja. Terlebih juga hubungannya dengan Ganjar sebagai bacapres yang diusung.

"Hubungan kita dengan PDIP baik sekali dan selama ini komunikasinya juga baik, dan kami barang kali ya juga terhormat. Buktinya waktu Pak Ganjar sama relawan itu kan kita juga diundang itu," ujarnya.

PPP Rapat Mendadak

DPP PPP melakukan pertemuan atau rapat secara mendadak pada Selasa (8/8/2023) malam. Rapat itu sendiri dikhususkan untuk membahas dan menyikapi pernyataan Arsul Sani tersebut.

Juru Bicara DPP PPP Usman M Tokan alias Donnie menyampaikan, bahwa dalam rapat itu ditegaskan semua di internal partai taat dan patuh terhadap komitmen hasil rakernas partai dan Plt Ketua Umum.

"Malam hari ini dilakukan pertemuan antara PLT. Ketua Umum DPP PPP Bapak H Muhamad Mardiono didampingi Sekjen Gus Arwani dan jajaran pengurus DPP PPP lainnya dengan Ketua Ketua DPW PPP seluruh Indonesia, menyikapi pernyataan mas Arsul Sani," kata Donnie dalam keterangannya dikutip Rabu (9/8/2023) pagi.

"Seluruh pimpinan wilayah menyatakan taat dan patuh serta tegak lurus dengan Plt Ketum dan tetap komitmen pemperjuangkan keputusan Rapimnas dan meminta kepada Plt Ketua Umum untuk mengambil langkah-langkah strategis agar tidak ada lagi pengurus partai mulai dari tingkat pusat hingga DPC tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang bertentangan dengan kebijakan partai," sambungnya.

Ia menegaskan, jika apa yang disampaikan Arsul Sani tersebut merupakan atas nama pribadi dan tidak mewakili partai. Kata dia, jika pihaknya juga menyayangkan pernyataan Arsul tersebut, terlebih jabatan di PPP sendiri merupakan wakil ketua umum.

"Beliau adalah pakarnya hukum kok bisa bicara sudah melampaui kewenangannya melebihi AD/ART, seharusnya beliau tawadhu’," tuturnya.

"Atau karena memang beliau tidak mengikuti perkembangan yang ada di internal partai? memang selama ini beliau tidak pernah hadir dalam rapat PH DPP, sebaiknya beliau segera tabayyun," katanya.

Lebih lanjut, Donnie menegaskan, kekinian PPP tetap konsisten dan berkomitmen untuk melaksanakan amanat konstitusi partai yaitu Rapimnas yang memutuskan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden dan Rapimnas berikutnya menetapkan Sandiaga Uno selaku kader partai sebagai bakal calon wakil presiden.

Menurutnya, internal partai semua mempercayakan kepada Plt Ketua Umum PPP M Mardiono untuk terus berkomunukasi mengupayakan agar duet Ganjar-Sandi dapat terwujud.

"Perjuangan ini masih terus dilakukan sampai ada keputusan yang diambil PDI Perjuangan, syukur-syukur kalau PPP diajak bicara dalam menetapkan calon wapres Mas Ganjar, Plt Ketum dan Pak Sandi beberapa kali juga telah memberikan statemen bahwa kita serahkan sepenuhnya kepada pemangku kepentingan untuk memutuskannya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepak Terjang Politik Yenny Wahid, Anak Gus Dur Kini Nyatakan Siap Jadi Cawapres

Sepak Terjang Politik Yenny Wahid, Anak Gus Dur Kini Nyatakan Siap Jadi Cawapres

Kotak Suara | Rabu, 09 Agustus 2023 | 15:12 WIB

Bersahabat dengan Anies, Ternyata Nama Yenny Wahid Tidak Pernah Diajukan sebagai Cawapres Koalisi Perubahan

Bersahabat dengan Anies, Ternyata Nama Yenny Wahid Tidak Pernah Diajukan sebagai Cawapres Koalisi Perubahan

News | Rabu, 09 Agustus 2023 | 14:48 WIB

Koalisi Perubahan Soal Yenny Wahid Siap Jadi Cawapres: Demokrat Beda Sikap

Koalisi Perubahan Soal Yenny Wahid Siap Jadi Cawapres: Demokrat Beda Sikap

Kotak Suara | Rabu, 09 Agustus 2023 | 14:34 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×