Kaleidoskop 2023: Drakor Pengkhianatan di Panggung Politik Tanah Air

Ria Rizki Nirmala Sari

Minggu, 31 Desember 2023 | 16:57 WIB
Kaleidoskop 2023: Drakor Pengkhianatan di Panggung Politik Tanah Air
Pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. [Suara.com/Emma]

Suara.com - Panggung politik mendadak panas menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Drama demi drama ditampilkan para punggawa politik kepada publik sejak 2023.

Sebelum adanya deklarasi calon presiden (capres) atau cawapres, partai politik akan sibuk membentuk koalisi untuk mengumpulkan kekuatan demi memenangkan Pilpres 2024.

Dari satu pertemuan ke pertemuan antarpolitisi terjadi untuk menemukan kecocokan sampai melahirkan kesepakatan berjalan bersama menuju pesta demokrasi lima tahunan.

Dari 2022 lalu berjalan ke awal 2023 hingga menyambut 2024, masyarakat kerap disajikan pertemuan mengejutkan, menggembirakan hingga pengkhianatan.

Berikut rangkuman dari Suara.com mengenai drama politik sepanjang 2023:

1. Anies Tinggalkan AHY

Sejak resmi diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) pada 2022 lalu sebagai calon presiden (capres), Anies Baswedan bergerilya untuk mencari sosok cawapres yang menurutnya ideal.

Salah satu yang ia dekati ialah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pada awal 2023, Partai Demokrat masih berada di Koalisi Perubahan bersama NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

baca juga

Dengan demikian, AHY menjadi salah satu tokoh yang masuk radar sebagai cawapres Anies.

Pertemuan demi pertemuan pun dilakukan keduanya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan (kiri) saat akan melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan (kiri) saat akan melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

Saking mesranya, AHY digadang-gadang menjadi tokoh yang paling pantas mendampingi Anies di Pilpres 2024.

Namun sayang, kemesraan itu buyar setelah Anies resmi dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut keputusan itu dilakukan secara tiba-tiba. Sebabnya, ia mengetahui, Anies dan AHY justru tengah menyiapkan deklarasi sebagai capres-cawapres.

Bahkan keputusan memasangkan Anies dengan Cak Imin dilakukan Partai NasDem tanpa sepengetahuan Partai Demokrat.

"Sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan," kata Teuku.

2. Cak Imin Lelah dengan Prabowo

Masih ingat dengan deklarasi koalisi Partai Gerindra dan PKB di penghujung 2022?

Deklarasi itu ditandai dengan menandatanganan piagam deklarasi yang disaksikan seluruh kader di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2023).

Ada 5 poin yang disepakati dalam piagam deklarasi tersebut. Salah satunya berbunyi "Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh kerja sama politik Partai Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Partai Gerindra H.Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB H.Abdul Muhaimin Iskandar".

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nym]
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan PKB dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nym]

Kesepakatan tinggal kesepakatan.

Setelah deklarasi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) itu dilakukan, nyatanya Prabowo tak kunjung menunjuk cawapres yang mendampinginya di Pilpres 2024. Padahal di sisi lain, PKB menginginkan agar Cak Imin bisa segera diumumkan sebagai cawapresnya Prabowo.

Kendati demikian, PKB masih berusaha tetap setia dengan Gerindra terlebih ada penambahan kekuatan dari Partai Golkar, PBB dan PAN.

Seiring berjalannya waktu, Prabowo mengubah nama koalisi menjadi Koalisi Perubahan.

Mengejutkannya, Cak Imin mengaku tidak tahu kalau nama koalisi akan diubah.

"Tentu saya akan lapor ke partai bahwa perkembangannya sudah berubah. Berarti KKIR dibubarkan dong? Nah saya nggak tahu, saya akan melapor ke partai dulu," kata Cak Imin itu usai acara tersebut di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/8/2023) malam.

Tak lama kemudian, Cak Imin malah muncul sebagai cawapres Anies.

Pasangan capres-cawapres Anies-Cak Imin resmi dideklarasikan di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu (2/9/2023).

Tak heboh seperti pelaksanaan deklarasi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), perpisahan Gerindra dan PKB berlalu tanpa adanya pengumuman resmi.

3. PSI Batalkan Dukungan ke Ganjar

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kerap mencuri perhatian dengan berbagai pernyataannya, tidak terkecuali ketika mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada 2022.

Padahal, PDIP yang notabene sebagai 'rumah' Ganjar pun belum memutuskan siapa capres yang bakal diusung di Pilpres 2024.

Keputusan PSI tersebut diambil melalui hasil Rembuk Rakyat.

"Sejak awal, Mas Ganjar unggul dibanding kandidat lain. Bagi PSI, Ganjar Pranowo adalah calon terbaik karena memiliki visi Kebangsaan dan Kebhinekaan yang sama dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh PSI. Selain itu, PSI melihat Mas Ganjar sebagai sosok yang paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini telah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia," demikian isi hasil Rembuk Rakyat.

Ketua umum baru Partai Solidaritas Indonesia, Kaesang Pangarep (tengah) bersama dengan Grace Natalie (kiri) dan Giring Ganesha (kanan) pada acara Kopdarnas Deklarasi Politik PSI di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ketua umum baru Partai Solidaritas Indonesia, Kaesang Pangarep (tengah) bersama dengan Grace Natalie (kiri) dan Giring Ganesha (kanan) pada acara Kopdarnas Deklarasi Politik PSI di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Berubah tahun, berubah pula keputusan PSI.

Pada 2023, PSI memutuskan untuk mengikuti arah politik Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal tersebut disampaikan PSI melalui hasil Kopi Darat Nasional atau Kopdarnas PSI di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023) malam.

Sampai pada akhirnya, PSI menentukan arahnya di Pilpres 2024 yakni dengan mendukung capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Kaesang Pangarep usai resmi menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Kami Partai Solidaritas Indonesia siap mendukung Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024," kata Kaesang dalam acara Konser Pilpres Santuy "Ojo Rungkad" di Ballroom The Jakarta Theater, Selasa (24/10/2023).

4. Kader PPP Bermanuver ke Tetangga

Di akhir 2023, kabar mengejutkan datang dari keluarga PPP.

Pejuang PPP secara resmi mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Padahal PPP diketahui berada di barisan partai pendukung Ganjar-Mahfud MD.

Pejuang PPP deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2023). [Suara.com/Novian]
Pejuang PPP deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2023). [Suara.com/Novian]

Tak tanggung-tanggung, deklarasi Pejuang PPP dikomando oleh Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Witjaksono.

Dirinya mengaku sudah berkomunikasi dengan elite PPP sehingga tak ada rasa takut memutuskan bermanuver ke tetangga sebelah.

Sebanyak 300 kader PPP lebih memilih mendukung Prabowo-Gibran karena mereka mengaku mendapatkan aspirasi dari akar rumput.

5. Pengkhianatan Klan Jokowi ke PDIP

Manuver keluarga Jokowi dari PDIP menjadi tontonan paling menarik dari panggung politik.

Bagaimana tidak, PDIP dikenal sebagai partai yang dipenuhi kader 'nurut' atas perintah sang ketua umum Megawati Soekarnoputri.

Akan tetapi, pandangan itu nampaknya sudah tidak berlaku bagi keluarga Jokowi.

Hal tersebut dibuktikan dengan keputusan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres Prabowo. Padahal ia masih berstatus kader PDIP aktif.

Bukan hanya Gibran, menantu Jokowi yakni Bobby Nasution juga turut mengikuti jejak kakak iparnya tersebut.

Bahkan ia berani memimpin deklarasi Prabowo-Gibran dari Barisan Pengusaha Pejuang pada November 2023.

Belum lagi putra bungsu Jokowi, Kaesang yang tiba-tiba didapuk menjadi ketua umum PSI.

Capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri acara Mata Najwa. [Dok. Tiim Gerindra]
Capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri acara Mata Najwa. [Dok. Tiim Gerindra]

Terpisah, Jokowi sempat menyinggung pertarungan politik bergulir bak drama korea (drakor). Sebabnya, yang ia lihat justru lebih banyak dramanya ketimbang adu gagasan.

"Karena saya melihat akhir-akhir ini, yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya. Sinetron yang kita lihat," kata Jokowi dalam pidatonya di HUT ke-59 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (6/11).

Pernyataan itu sempat disinggung oleh politisi PDIP, Masinton Pasaribu. Menurutnya, Jokowi lah yang menjadi sutradara di balik drakor di panggung politik saat ini.

"Iya drama ini udah lah, ini pemain drama semua pak. Jangan ada drama-drama tapi lu nyutradarain. Nggak mau drama tapi lu nyutradarain, ya sama aja," kata Masinton dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (16/11/2023).

Ucapan Masinton itu tidak terlepas dari keputusan klan Jokowi untuk ke luar barisan partai.

"Udah jangan pura-pura lagi, drama-drama sok santun, manipulatif. Pemimpin itu satunya kata dan perbuatan. Belaga ini seakan-akan kayak mau dizalimi udahlah, rakyat udah pada tahu," ujar Masinton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Korban Yatim Piatu, PDIP Boyolali Ungkap Relawan Ganjar Dianiaya Anggota TNI: Ditarik, Ditendang, Diseret ke Kompi

Satu Korban Yatim Piatu, PDIP Boyolali Ungkap Relawan Ganjar Dianiaya Anggota TNI: Ditarik, Ditendang, Diseret ke Kompi

News | Minggu, 31 Desember 2023 | 15:53 WIB

Kubu AMIN Ungkap Motif Gus Miftah Bagi-bagi Uang: Patut Diduga Money Politik ke Kiai dan Pesantren

Kubu AMIN Ungkap Motif Gus Miftah Bagi-bagi Uang: Patut Diduga Money Politik ke Kiai dan Pesantren

Kotak Suara | Minggu, 31 Desember 2023 | 13:59 WIB

Siswi SMP di Jambi Kritik Jokowi, Kusmiati Kaget Anaknya Dipolisikan: Anak di Bawah Umur Kok Dilaporkan?

Siswi SMP di Jambi Kritik Jokowi, Kusmiati Kaget Anaknya Dipolisikan: Anak di Bawah Umur Kok Dilaporkan?

News | Minggu, 31 Desember 2023 | 13:22 WIB

Kaleidoskop Jakarta 2023: Legislator Main Judi Slot, Pejabat Flexing hingga Darurat Polusi Udara

Kaleidoskop Jakarta 2023: Legislator Main Judi Slot, Pejabat Flexing hingga Darurat Polusi Udara

News | Minggu, 31 Desember 2023 | 12:10 WIB

Gibran Tutup 2023 dengan Kampanye ke Kalsel, Prabowo Malah Kosongkan Jadwal, Kenapa?

Gibran Tutup 2023 dengan Kampanye ke Kalsel, Prabowo Malah Kosongkan Jadwal, Kenapa?

Kotak Suara | Minggu, 31 Desember 2023 | 11:53 WIB

Refleksi Akhir Tahun, Jokowi Diklaim Telah Ubah Indonesia Jadi Negara Kekuasaan

Refleksi Akhir Tahun, Jokowi Diklaim Telah Ubah Indonesia Jadi Negara Kekuasaan

Video | Minggu, 31 Desember 2023 | 11:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×