Bukan Hanya Tak Etis, Komisi III DPR Sodorkan Alasan agar Jokowi Jangan Pernah Cawe-cawe

Suara Liberte

Senin, 05 Juni 2023 | 11:10 WIB
Bukan Hanya Tak Etis, Komisi III DPR Sodorkan Alasan agar Jokowi Jangan Pernah Cawe-cawe
Bukan Hanya Tak Etis, Komisi III DPR Sodorkan Alasan agar Jokowi Jangan Pernah Cawe-cawe (Dok: DPR)

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku akan cawe-cawe terkait Pilpres 2024 demi bangsa dan negara dalam arti yang positif.

Hal tersebut ditanggapi Benny Harman melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Benny Harman mengatakan bahwa ia justru mempersilakan jika Jokowi punya preferensi untuk Pilpres 2024.

Akan tetapi, ia menegaskan hal itu tidak dinyatakan dengan cawe-cawe.

"Ini yang saya sampaikan sebelumnya. Silahkan saja Presiden Jokowi punya preferensi untuk Pilpres 2024. Namun jangan pernah cawe-cawe, jangan pernah mobilisasi TNI, POLRI, BIN, KPU, ASN, dan pengusaha," ungkap Benny Harman dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @BennyHarmanID, Senin (5/6).

"Juga jangan pernah abusing power dan memperalat kejaksaan, KPK, MA, MK dn para pembantunya di kabinet utk memproses hukum Capres dari kubu oposisi, kriminalisasi tokoh-tokoh politik kelompok oposisi dan membegal atau menghalang-halangi atau menekan partai politik dari kubu oposisi," ujar Benny Harman.

"Dengan maksud agar Capres dari kubu lawan tidak jadi berlayar," sambungnya.

Kemudian, Benny Harman pun mengatakan bahwa alasan pernyataannya terkait Jokowi agar tidak cawe-cawe itu bukan hanya tidak etis.

"Bukan saja tidak etis namun ini adalah bentuk kejahatan demokrasi yang tidak patut terjadi di negeri Pancasila," ungkapnya.

Benny Harman pun mengatakan bahwa biarkanlah rakyat sendiri yang menentukan pilihan tentang siapa yang pantas jadi pemimpinnya.

baca juga

Menurut Benny Harman, kewajiban presiden justru cukup hanya dengan menjaga dan menciptakan kondisi sehat terkait piliha rakyat soal pemimpin selanjutnya.

"Biarlah rakyat menentukan pemimpinnya, kewajiban presiden adalah menjaga dan menciptakan iklim yang sehat agar pilihan rakyat dilakukan secara bebas dn rahasia," tuturnya.

Di akhir cuitannya, Benny Harman pun menyertakan ungkapkan dalam bahasa Latin yang jika diartikan ialah 'suara rakyat adalah suara Tuhan'.

"Vox Populi, Vox Dei," tandas Benny Harman.

Sementara itu, Jokowi mengatakan cawe-cawe yang dimaksud terkait Pemilu 2024. Jokowi beralasan Indonesia hanya memiliki waktu 13 tahun ke depan demi menjadi negara maju.

Untuk saat ini Jokowi menyebut Indonesia ada di posisi upper middle income. Sedangkan untuk menjadi negara maju, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di kisaran USD 10.000 per tahun.

"Kita ini sekarang ada di middle income walaupun di level upper tapi kita masih di level middle income. Nah untuk keluar dari middle income itu, untuk jadi negara maju itu perolehan pendapatan per kapitanya minimal 10 ribu," kata Jokowi.

"Untuk bisa keluar kita cuma punya waktu 13 tahun dan itu sangat-sangat tergantung pada calon presiden di masa yang akan datang yang akan bisa membawa Indonesia ke next level, karena alasan itulah kemudian saya akan cawe-cawe untuk itu," imbuh Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diungkap Anak Buah Sri Mulyani, Jumlah Utang Negara di Rezim Jokowi Bertambah Rp 5.125 Triliun

Diungkap Anak Buah Sri Mulyani, Jumlah Utang Negara di Rezim Jokowi Bertambah Rp 5.125 Triliun

Bisnis | Senin, 05 Juni 2023 | 10:12 WIB

Bantah Isu Keretakan, PDIP Sebut Hubungan Jokowi-Megawati bak Anak-Ibu

Bantah Isu Keretakan, PDIP Sebut Hubungan Jokowi-Megawati bak Anak-Ibu

News | Senin, 05 Juni 2023 | 09:27 WIB

Mulai Menyerang, Tokoh Pendiri PAN Singgung Tokoh Militer dan Pelanggar HAM Ngotot Jadi Presiden

Mulai Menyerang, Tokoh Pendiri PAN Singgung Tokoh Militer dan Pelanggar HAM Ngotot Jadi Presiden

News | Senin, 05 Juni 2023 | 08:20 WIB

Terkini

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:04 WIB

Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya di Langkat

Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Kematian Steven Arya di Langkat

Sumut | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:01 WIB

Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius

Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:00 WIB

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:59 WIB

Review Serial I Will Find You: Sebuah Misteri Pelarian Emosional Sang Ayah

Review Serial I Will Find You: Sebuah Misteri Pelarian Emosional Sang Ayah

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:53 WIB

MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta

MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta

Jogja | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:50 WIB

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:49 WIB

Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda

Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda

Jatim | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:46 WIB

Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?

Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?

Sumsel | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:45 WIB

Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?

Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:45 WIB