Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti Ukraina yang menolak mentah-mentah proposal perdamaian yang disodorkan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto terkait perang Rusia dan Ukraina.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar menyebut bahwa negara berdaulat tidak perlu dipaksa referendum.
"Pak @prabowo, yang namanya negara berdaulat gak usah dipaksa referendum. Pasti ditolak. Apa mau masalah Papua nanti kita disuruh referendum?," ujar Denny Siregar dikutip WE NewsWorthy dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Selasa (6/6).
Denny Siregar juga menyarankan agar yang memberikan ide tersebut terhadap Prabowo dipecat.
"Lagian, siapa sih yang ngasih ide ini ke bapak? Pecat aja orangnya, pak. Malu-maluin..," tandas Denny Siregar.
Sementara itu, diketahui bahwa Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov seperti dikutip AFP melontarkan penolakan ini usai Prabowo mengajukan proposal damai kala berpidato di Shangri-La Dialogue di Singapura.
Dalam pidato itu, Prabowo mengemukakan tiga poin untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina, yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.
"Yang pertama harus dilakukan adalah meminta pihak Ukraina dan Rusia untuk menerapkan gencatan senjata," ujar Prabowo, seperti dilansir kantor berita Antara.
Prabowo juga mendesak pasukan Ukraina dan Rusia mundur sejauh 15 kilometer dari titik gencatan senjata guna menciptakan wilayah demiliterisasi.
Menurutnya, zona demiliterisasi ini mesti diamankan dan dipantau oleh pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).