Pegiat media sosial Yusuf Muhammad menyoroti hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kesukaan publik terhadap Anies Baswedan semakin menurun.
Hal ini ditanggapi Yusuf Dumdum dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Yusuf Dumdum menyinggung hasil survei terkait elektabilitas Anies juga menurun menjadi 19,2 persen.
Yusuf Dumdum pun menyebut bahwa hal itu yang membuat munculnya narasi penjegalan Anies.
"Mungkin ini lah alasan mengapa muncul narasi 'Anies Dijegal' yang dimainkan secara TSM oleh para elit politik dan buzzer oposisi. Koalisi Perubahan nampaknya sedang panik karena survei capresnya terus anjlok," ujar Yusuf Dumdum dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @yusuf_dumdum, Selasa (6/6).
Lebih lanjut, persoalan calon wakil presiden pendamping Anies juga diduga menjadi salah satu penyebabnya karena setidaknya sudah dua tokoh yang menolak yaitu Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa.
Sedangkan, lanjut Yusuf Dumdum, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heryawan yang diusulkan menjadi pendamping Anies dinilai kurang memberikan efek ekor jas.
"Apalagi Mahfud MD juga sudah menolak untuk jadi cawapres Abas. Kabarnya Khofifah juga menolak. Sedangkan Aher dari PKS dan AHY dari Demokrat justru ngebet banget pengen jadi cawares, namun sayang coattail effectnya terlalu kecil. Gak ngangkat," ungkapnya.
Tak heran, kata Yusuf Dumdum, hingga saat ini belum diumumkan sosok cawapres Anies padahal Partai NasDem sudah gembar-gembor mengatakan cawapres Anies akan jadi kejutan.
Pendukung Ganjar Pranowo itu pun menduga persoalan calon wakil presiden Anies inilah yang dikhawatirkan Mahfud MD menjadi hal yang berpotensi menjegal Anies.
"Sementara Demokrat sudah hampir putus asa hingga mewanti-wanti sesama teman koalisi sendiri, jika di bulan Juni ini tidak ada pengumuman/keputusan cawapres Abas, maka Demokrat akan pikir opsi lain," sambungnya.
Karena hal itu, Yusuf Dumdum pun menduga maksud dari Menko Polhukam mengatakan bahwa yang berpotensi menjegal Anies adalah partai pengusungnya sendiri, bukan pihak lain.
"Mungkin ini lah yang dimaksud oleh pak @mohmahfudmd, bahwa yang berpotensi menjegal Anies itu ya internal koalisi perubahan sendiri. Jadi jangan menyalahkan pihak lain (luar)," pungkasnya.
Adapun diketahui bahwa dalam survei SMRC, Ganjar Pranowo berhasil unggul. Ganjar memperoleh dukungan 37,9 persen, Prabowo Subianto33,5 persen, dan Anies Baswedan mendapatkan 19,2 persen.