Loyalis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Eko Jhones menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai presiden periode 2024-2029 nanti harus memiliki nyali dan keberanian untuk memimpin Republik Indonesia.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa bahwa justru yang paling penting dimiliki pemimpin adalah tidak punya rasa malu.
Eko Jhones yang juga merupakan kader Partai Demokrat, mengatakan bahwa hal yang terpenting dimiliki pemimpin menurutnya itu seperti yang dimiliki Jokowi.
"Bukannya paling penting gak punya malu ya pak?
Seperti bapak banyak janji tapi gak ditepati, tpi bapak gak malu kan.
Paling dijawab ya ndak tau jangan tanya saya hehe," tutur Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Rabu (7/6).
Lebih lanjut, Eko Jhones pun mencontohkan terkait alasannya menyinggung pemimpin itu paling penting tak punya rasa malu.
"Gw kasih aja contohnya esemka, buy back Indosat, gak nambah utang, janda dipelihara negara, pengangguran digaji dan lain-lain," imbuhnya.
Sementara itu, Jokowi juga menegaskan bahwa dalam pernyataannya, sosok pemimpin yang punya nyali dan keberanian itu ada pada Ganjar Pranowo.
"Pemimpin ke depan seperti Ganjar Pranowo, memang nyali itu nomor 1, berani nomor 1 dan saya lihat Pak Ganjar punya," kata Jokowi saat hadiri rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan di Lenteng Agung pada Selasa, (6/6).
Selain itu, dalam acara tersebut, Jokowi juga angkat bicara soal cawe-cawe dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurut dia, kepala negara punya beban moral untuk menjaga keamanan saat pelaksanaan pemilu.
"Sudah saya sampaikan bahwa saya cawe-cawe tuh, menjadi kewajiban moral, menjadi tanggungjawab moral saya sebagai presiden di masa transisi 2024," tegas Jokowi.
Menurut dia, negara harus memastikan proses pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan aman, tentram dan kondusif. Sehingga, Jokowi tidak boleh diam sebagai Kepala Negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Harus menjaga agar pilpres itu bisa berjalan dengan baik tanpa ada riak-riak yang membahayakan negara dan bangsa. Masa riak-riak yang bahayakan bangsa dan negara, saya diem? Enggak lah," imbuhnya.