Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menanggapi ucapan pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut secara blak-blakan terkait lembaga survei di Indonesia melakukan tipu-tipu.
Hal ini ditanggapi Burhanuddin dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Burhanuddin awalnya menyoroti Rocky Gerung yang menyebut pada awalnya hanya ada satu lembaga survei yaitu Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dibiayai oleh World Bank.
Burhanuddin pun mengatakan bahwa informasi Rocky salah lantaran LSI dibiayai oleh JICA pada awalnya, bukan World Bank.
"Mas @arsul_sani, belum apa-apa Rocky Gerung sudah salah. Yang biayai @LSI_Lembaga bukan World Bank, tapi JICA," ujar Burhanuddin, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @BurhanMuhtadi, Kamis (8/6).
Lanjut, Burhanuddin lantas menyinggung perihal pernyataan Rocky yang selalu mengatakan bahwa lembaga survei melakukan tipu-tipu.
Ia mengatakan bahwa bukan hanya partai politik, bahkan lembaga internasional pun meminta survei dari lembaga survei. Sehingga, pernyataan Rocky tersebut tidak benar.
"Kalau lembaga-lembaga survei itu tipu-tipu seperti kata Rocky, tidak mungkin partai-partai, lembaga-lembaga internasional, dll meminta survei ke kami. Masak elite politik mau aja kena tipu hehe," tuturnya.
Burhanuddin pun menegaskan bahwa seharusnya elite politik itu protes ke Rocky Gerung.
"Harusnya elite politik protes ke Rocky Gerung karena kalau mengikuti logika Rocky, elite politik dan partai-partai yang rajin meminta survei itu dungu karena mau aja kena tipu lembaga-lembaga survei," pungkasnya.
Sementara itu, diketahui perihal tersebut ditegaskan Rocky Gerung dalam video yang diunggah oleh akun Politikus Partai Demokrat Soeyoto.
"Nggak ada yang bayar di situ karena ini uang dunia uang world bank. Dari lembaga itu berternaklah di situ tokoh-tokoh yang ada sekarang," ujar Rocky dalam video tersebut.
Namun, lembaga survei yang ada sekarang melakukan manipulasi sehingga terlihat dari hasil surveinya yang mirip-mirip.
"Semua lembaga survei yang ada sekarang itu adalah urusannya tipu menipu. Saling nitip kuosioner. Karena itu mirip-mirip aja," tandasnya.