Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra merasa geram lantaran ia terus dicecar jawaban terkait nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 'diminta' jadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.
Hal tersebut ditanggapi Herzaky dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Herzaky menegaskan bahwa saat ditanya soal AHY diminta jadi cawapres Ganjar, capres yang diusung oleh Partai Demokrat adalah Anies Baswedan.
"Saat media nanya respon @PDemokrat jika Mas @AgusYudhoyono diminta jd cawapres @ganjarpranowo , lalu saya jwb capres kami @aniesbaswedan," ungkap Herzaky, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Herzaky__MP, Kamis (8/6).
Lanjut, Herzaky pun geram lantaran ia terus ditanya ulang perihal yang sama.
Bahkan, ia pun sampai mempertanyakan jawaban yang menurutnya diharapkan oleh publik yakni mengiyakan sehingga Demokrat akan berkoalisi dengan PDIP.
"Mengapa saya masih ditanya ulang? Apa saya harus jawab, alhamdulillah ya Allah, Partai Demokrat koalisi dengan PDIP? Itu yang diharap? Like kalau yes. Retweet kalau no," pungkas Herzaky.
Sementara itu, diketahui bahwa di Rakernas PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023), Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengatakan bahwa AHY masuk bursa cawapres Ganjar bersama sejumlah kandidat lainnya.
Kandidat lain selain AHY yaitu Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
"Kalau boleh saya sebut yang ada di media, Pak Mahfud sudah masuk namanya, Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno, kemudian ada Pak AHY ya, kan?," ujar Puan.