Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) tampaknya kurang baik sejak PDIP seakan tak menganggap PSI sebagai partai yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Baru-baru ini, PDIP juga memberikan kritik terhadap tindakan PSI yang memasang baliho Kaesang Pangarep di Kota Depok.
Baliho foto putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat dan dipasang oleh DPD PSI Kota Depok.
Namun, pemasangan baliho tersebut dikitik oleh PDIP. Sekretaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman, mempertanyakan hubungan antara Kaesang dan PSI.
Pasalnya, meski tanpa diusung PSI sekalipun, Kaesang masih berpeluang menjadi Wali Kota Depok. “Bahkan, Mas Kaesang bisa jadi Wali Kota kalau PSI enggak ada di Kota Depok,” ujarnya.
Ketidakharmonisan antara hubungan PDIP dan PSI yang tampak itu kemudian dikomentari oleh Pegiat media sosial Rudi Valinka.
Sepakat dengan pendapat seorang warganet dengan akun @mazzini_gsp, Rudi menilai fenomena ketidaksukaan PDIP terhadap sesuatu merupakan hal yang menarik untuk disimak.
“Cerita menarik Mengapa PDIP begitu sensitif dengan PSI ? Partai kecil dengan logo Bunga Mawar tetapi mampu membuat Banteng merasa terusik .. Menarik untuk disimak...” ujar Rudi, dikutip Suara Liberter dari akun Twitter @kurawa pada Kamis (8/6/2023).
Adapun akun @mazzini_gsp menyoroti pencalonan Ganjar Pranowo yang pada awalnya dibenci oleh sejumlah elit PDIP namun berakhir Ganjar dicalonkan.
Menurut pemilik akun, ketidaksukaan PDIP terhadap sesuatu berujung pada rasa suka berlebihan, seperti perumpamaan benci jadi cinta.