Menakar Kesenjangan Upah antargender, Laki-laki Bergaji Lebih Tinggi dari Perempuan

Suara Liberte

Selasa, 13 Juni 2023 | 17:59 WIB
Menakar Kesenjangan Upah antargender, Laki-laki Bergaji Lebih Tinggi dari Perempuan
Ilustrasi Seorang Wanita Menggunakan Laptop (Pexels/Moose Photos)

Perempuan pekerja di Indonesia masih merasakan kesenjangan upah antargender. Terbaru pada 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa berdasarkan gendernya, upah laki-laki 22,09% lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Dalam data yang disajikan BPS, rerata upah pekerja laki-laki di tahun itu sebesar Rp3,33 juta. Sementara untuk perempuan meraih penghasilan senilai Rp2,59 juta per bulan.

Secara data, fenomena kesenjangan upah ini nyatanya belum dapat dientaskan. Padahal, situasi seperti ini adalah ilegal dan dianggap sebuah diskriminasi.

BPS menyebutkan, pada 2021, laki-laki menerima 20,39% upah lebih banyak daripada perempuan sehingga terjadi peningkatan 1,7% selama setahun.

Tahun 2020, Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO) merilis laporan "Kesenjangan Upah Berbasis Gender di Indonesia". Hasilnya, perempuan memiliki pendapatan 23% lebih rendah dibandingkan laki-laki. Reratanya dalam rupiah adalah Rp2,45 juta untuk perempuan dan Rp3,84 juta untuk laki-laki dalam sebulan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan bahwa kesenjangan upah tersebut masih sangat lebar. Ini merefleksikan bahwa penghargaan terhadap kerja perempuan masih dikesampingkan dibandingkan laki-laki.

Namun demikian, mengutip hasil riset berjudul "Ada kesenjangan upah antar gender di Indonesia, terutama bagi perempuan di bawah 30 tahun" yang tayang di The Conversation, disimpulkan bahwa ada tren menarik terhadap pengupahan para pekerja berbasis gender.

Pertama, penelitian itu menunujukkan, kesenjangan upah antara dua kelompok berdasarkan jenis kelamin hanya terjadi pada perempuan yang berusia di bawah 30 tahun. Namun, bagi mereka yang berusia 30 tahun dan ke atas, baik laki-laki dan perempuan cenderung menerima upah setara.

Ada empat syarat yang berlaku, dalam penelitian itu, ketika perempuan mendapat upah dengan jumlah setara. Keempatnya meliputi berusia sama, lama pengalaman kerja sama, tingkat pendidikan sama, dan bekerja pada bidang sejenis.

baca juga

Sebagai pembanding, seperti dikutip dari penelitian berjudul "Kesenjangan Upah Antar Jender di Indonesia: Glass Ceiling atau Sticky Floor?" oleh Hennigusnia disimpulkan bahwa kesenjangan upah antargender antara 2008 sampai 2012 adalah lebih dari 100 persen. 

Riset yang dilakukan The Conversation merekomendasikan, pemerintah Indonesia dapat menggunakan pendekatan budaya yang dilakukan Islandia, negara dengan tingkat kesetaraan gender tertinggi. Islandia menekankan gagasan “perempuan tangguh” serta kesetaraan hak dan kewajiban di antara laki-laki dan perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meningkatkan Keterwakilan Perempuan untuk Berpolitik yang Terjegal, Masihkah Ada Harapan?

Meningkatkan Keterwakilan Perempuan untuk Berpolitik yang Terjegal, Masihkah Ada Harapan?

Liberte | Jum'at, 09 Juni 2023 | 18:00 WIB

Airlangga Hartarto Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Kepemimpinan Perempuan di Level Strategis

Airlangga Hartarto Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Kepemimpinan Perempuan di Level Strategis

Liberte | Jum'at, 09 Juni 2023 | 15:10 WIB

Perempuan Tidak Layak Menjadi Pemimpin? Antara Stigma, Data, dan Fakta yang Berbicara

Perempuan Tidak Layak Menjadi Pemimpin? Antara Stigma, Data, dan Fakta yang Berbicara

Liberte | Rabu, 07 Juni 2023 | 11:59 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×