Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyoroti gejolak perpolitikan jelang Pilpres 2024 yang semakin memanas. Terlebih lagi terkait bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan yang elektabilitasnya melorot.
Adapun hal itu membuat Partai NasDem mulai menyalahkan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Hal ini ditanggapi Ade Armando dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Ade Armando mengatakan ada kekesalan Partai NasDem lantaran Anies suara politiknya stagnan.
Ade Armando juga menilai bahwa NasDem yang sampai 'menyalahkan' dua partai pengusung Anies lainnya lantaran memang terkesan tak terius dalam mengampanyekan Anies.
"NasDem kesal karena suara Anies stagnan, terus tertinggal dari Ganjar dan Prabowo. NasDem bilang ini gara-gara PKS dan Demokrat gak serius mengkampanyekan Anies," ujar Ade Armando dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @adearmando61, Selasa (13/6).
Lebih lanjut, Ade Armando menegaskan agar tidak ada perkelahian. Ia pun menyebut bahwa Anies memanglah 'kartu mati'.
"Udah, udah, jangan berkelahi. Anies itu memang kartu mati," tandasnya.
Sementara itu, diketahui soal NasDem mulai menyalahkan Demokrat dan PKS itu seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali.
Bahkan Ahmad Ali sebutkan ketidakseriusan Partai Demokrat dan PKS menyebabkan elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan ketiga setelah bacapres lainnya, seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
"Ya harusnya itu lah poin pertama (tidak maksimal sosialisasi Anies), harusnya itu lah uang menjadi (permasalahan) kita. Koalisi kan sudah terbentuk, di dalam koalisi ini yang disepakati itu hanya 1 poin, tentang capres," ucapnya.
"Kemudian ketika ini sudah terbentuk koalisinya kan satu bekerja kan, bekerja bersama untuk sosialisasikan Pak Anies. Tetapi menurunnya elektabilitas ini, ada apa? Karena belum ada wakil? Atau karena anggota koalisi belum sosialisasikan saja, belum maksimal," sambung Ahmad Ali.
Oleh karena itu, Anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh tim 8 untuk mengakselerasi kerja-kerja menyukseskan Anies Baswedan di bursa Pilpres 2024.
Bahkan, Ali mewakili pihaknya mengaku, tengah mendorong Partai Demokrat dan PKS agar gencar melakukan sosialisasi Anies Baswedan sebagai bacapres kepada masyarakat.
"Ya, harusnya itu. Ya tidak khawatir. Maka terjebak dengan, misalnya kewenangan tadi. Kewenangan Pak Anies lewat piagam deklarasi itu. Kerja-kerja politik itu kan kerja panjang, konsolidasi, kerja bersama, terus hasilnya kita akan rasakan sendiri kok," tandasnya.