Narasi dalam video berjudul ‘Gempar Malam Ini: Kabar Duka Plate, Nekat Kabur Saat Dipenjara Petugas Langsung Tindak Tegas’ mengarahkan penonton agar percaya bahwa tersangka kasus korupsi Kominfo, Johnny G Plate berusaha kabur dari tahanan.
Video ini diunggah oleh akun youtube Kabar News 672 setelah Johnny G Plate sah menjadi tersangka kasus korupsi tower BTS Kominfo hingga Rp8,2 Triliun Rupiah.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail adalah sosok Johnny G Plate yang ditembak oleh seorang yang berseragam polisi. Ia pun jatuh terbaring dengan dikelilingi banyak anggota polisi.
Disertai tulisan ‘Gempar Malam Ini: Kabar Duka Plate, Nekat Kabur Saat Dipenjara Petugas Langsung Tindak Tegas’.
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem itu sekarang memang sudah ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun Johnny belum diadili atau belum masuk dalam masa persidangan.
Sebelumnya, pengacara Johnny G Plate, Achmad Cholidin, mengaku kliennya akan bersikap kooperatif dalam penegakan kasus yang menimpa eks Menteri Komunikasi dan Informatika.
Dia pun menegaskan Johnny siap menjadi justice collaborator dan mengungkap aktor-aktor lainnya dibalik kasus korupsi ini.
Meski begitu, sang kuasa hukum menyerahkan sepenuhnya keputusan Majelis Hakim yang akan menetapkan status Johnny G Plate dalam persidangan.
Ditelusuri Turnbackhoax.id, thumbnail yang melihatkan Johnny G Plate dan polisi serta adegan penembakan itu adalah manipulasi.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut identik dengan foto dalam artikel Medius News.com judulnya "Kabar Duka Cita Paulus Plate Orang Tua Menkominfo Johnny G Plate Meninggal Dunia di Manggarai NTT", yang diunggah 25 Maret 2023.
Dalam artikel itu, tidak dijelaskan mengenai masalah korupsi yang menyangkut Johnny, tapi hanya sebatas kabar duka mengenai meninggalnya ayah dari Johnny, Paulus Plate.
KESIMPULAN
Video ‘Gempar Malam Ini: Kabar Duka Plate, Nekat Kabur Saat Dipenjara Petugas Langsung Tindak Tegas’ yang diunggah akun youtube Kabar News 672 memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.