Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti pernyataan dari Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni yang mengatakan partainya tak ingin terburu-buru mendorong deklarasi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones menyinggung perkataan Ahmad Sahrono yang menyebut bahwa Partai NasDem begitu santai.
Eko Jhones bahkan mengherankan NasDem yanng justru malah santai dan berbeda reaksinya dengan para relawan Anies dan dua partai pengusung Anies lainnya.
"Kocak kalian bahkan santai saat elektabilitas Anies semakin merosot. NasDem benernya dukung Anies nggak sih. Relawan Anies udah ngegas, Demokrat dan PKS terdepan belain Anies. Eh NasDem malah santai," tutur Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Rabu (14/6).
Lebih lanjut, Eko Jhones pun menyinggung tujuan awal NasDem. Ia melontarkan pertanyaan terkait tujuan NasDem yang bukan demi kemenangan Anies Baswedan.
"Dukung anies supaya elektoral kalian nambah doang dan gak mikir Anies supaya menang?," imbuhnya.
Sementara itu, Pernyataan Sahroni tersebut menanggapi Partai Demokrat yang menginginkan deklarasi cawapres pada bulan Juni ini.
"Dia (Demokrat) enggak salah juga. Kalau NasDem santai-santai aja. Kalau Demokrat memilih itu bagus-bagus aja," kata Sahroni dalam Political Show di CNN Indonesia TV.
NasDem, kata Sahroni, melihat Pemilu 2024 sebagai pertarungan gagasan sehingga perlu disiapkan dengan matang.
Sahroni menyebut NasDem juga punya strategi untuk suksesi pemilu 2024, tapi strategi itu tak akan dibeberkan ke publik.
"Namanya kita pengen bertarung dengan gagasan, dengan amunisi yang cukup, dengan strategi yang kita lakukan bersama. Kalau NasDem masih santai saja," ucap dia.
"Bukan berarti santai kita tidak melakukan sesuatu. Enggak. Tetap, melakukan skenario yang tidak kita ungkapkan ke publik," imbuhnya.
Terlepas dari itu, Sahroni menyebut usulan Demokrat yang ingin cepat-cepat Anies deklarasi cawapres sah-sah saja.
Menurutnya, meski satu koalisi, setiap partai mempunyai pandangan dan skenario masing-masing agar menang di Pemilu 2024.
"Kalau Demokrat berpikiran bahwa ada ide gagasan terkait pemenangan, setiap partai punya skenario masing-masing. Kita selalu dibenturin seolah-olah bersitegang, padahal enggak," jelasnya.
Sahroni menyampaikan NasDem menyerahkan nama cawapres kepada Anies. Begitupun, kata Sahroni, terkait waktu deklarasi.
"Nah, kita serahkan ke Anies Baswedan tergantung mau kapan. Mau sekarang, besok, lusa, NasDem ikut saja," pungkasnya.