Miris! 99% Rakyat Berebut Penguasaan Lahan di Seluruh Indonesia, 1% Konglomerat Kuasai Lahan hingga 68%

Suara Liberte

Rabu, 14 Juni 2023 | 16:03 WIB
Miris! 99% Rakyat Berebut Penguasaan Lahan di Seluruh Indonesia, 1% Konglomerat Kuasai Lahan hingga 68%
Ilustrasi Pertambangan Emas

Ketimpangan struktur dan penguasaan lahan sampai saat ini masih terus terjadi. Bukan hanya di Pulau Jawa, berbagai wilayah di pulau terpadat di Indonesia itu pun mulai menghadapi ketimpangan penguasaan lahan.

Profesor Mohammad Jafar Hafsah mengatakan bahwa ketimpangan adalah kondisi yang berbahaya. Ia dapat menjadi sumber konflik terutama horizontal antarmasyarakat.

"Semakin tinggi ketimpangan cenderung akan menimbulkan kecemburuan sehingga hal ini berdampak pada pergesekan sosial antarmasyarakat," katanya, dalam diskusi virtual, Selasa (14/6/2023).

Menurut Wakil Ketua Umum ICMI Pusat itu, selain ketimpangan penguasaan lahan, terdapat dua ketimpangan lainnya yaitu penguasaan perekonomian atau aset dan pendapatan. 

Prof. Jafar berpendapat terjadinya ketimpangan penguasaan lahan umumnya terdapat peran orang kaya yang memahami konsep penguasaan lahan. Padahal penguasaan lahan diperuntukkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

Yang dimaksud oleh Prof. Jafar adalah setiap orang kaya yang memiliki usaha dengan berbagai jenisnya cenderung melakukan praktik penguasaan lahan yang besar.

"Hal inilah yang membawa aspek perekonomian yang besar. Karena dengan lahan tersebut dapat dipergunakan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya," ungkapnya.

Seperti diungkapkan Prof. Jafar, dalam lahan yang telah dikuasai itu terdapat tambang yang jumlah luasnya sangat besar. Yang kedua juga hutan yang dapat dimanfaatkan dengan ditumbuhi berbagai tanaman.

"Maka, penguasaan (lahan) itulah yang membuat terjadinya ketimpangan. Karena, kepemilikan lahannya dilakukan orang yang terbatas tetapi penghasilannya luar biasa besar," ujarnya, menambahkan.

Selain yang disebutkan tadi, terdapat pula konversi lahan pertanian untuk komersil seperti perumahan, industri, jalan, dan sebagainya. Objeknya selalu lahan pertanian karena sudah siap.

"Lahan pertanian selalu sudah ready, sudah siap, dan cenderung di tengah keramaian," papar Wakil Ketum ICMI Pusat itu.

Yang terburuk adalah pengambilalihan lahan tersebut dilakukan oleh orang kota atas orang desa, yang sebelumnya menguasai lahan pertanian tersebut.

Dengan demikian, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rasio gini penguasaan lahan di Indonesia di angka 0,68%. Artinya, setiap 68% lahan di Indonesia dikuasai 1% kelompok pengusaha, sedangkan 32% lahan lainnya diperebutkan oleh 99% masyarakat luas.

"Bisa dibayangkan, kalau petani berjumlah 37 juta orang, dan 40% petani di bawah garis kemiskinan berarti dia (petani) ada di 99% lahan yang diperebutkan itu," tutup Prof. Jafar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mewujudkan Transportasi Berkeadilan Tanpa Ketimpangan Akses Mobilitas

Mewujudkan Transportasi Berkeadilan Tanpa Ketimpangan Akses Mobilitas

Your Say | Selasa, 06 Juni 2023 | 11:29 WIB

Indeks Ketimpangan Sosial Naik, Akademisi Dorong Demokrasi Sehat dan Kesetaraan Hukum

Indeks Ketimpangan Sosial Naik, Akademisi Dorong Demokrasi Sehat dan Kesetaraan Hukum

News | Kamis, 23 Maret 2023 | 05:43 WIB

Ketimpangan Infrastruktur di Jawa Barat Selatan dari Kacamata Arsitektur

Ketimpangan Infrastruktur di Jawa Barat Selatan dari Kacamata Arsitektur

Your Say | Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:04 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Drama Aksi, Ini Alasan Trigger Wajib Kamu Tonton

Bukan Sekadar Drama Aksi, Ini Alasan Trigger Wajib Kamu Tonton

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:00 WIB

Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian

Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian

Tekno | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:00 WIB

Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah

Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah

Bali | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:59 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Gerakan Selamatkan Pangan di Daerah, Ini Hasilnya

Gerakan Selamatkan Pangan di Daerah, Ini Hasilnya

Bekaci | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Jomlo Bahagia

Jomlo Bahagia

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:40 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB