Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah anjlok kritis dekati Rp18.000/US$ akibat tekanan global dan sentimen negatif domestik.
  • Defisit fiskal dekati 3% PDB picu aksi jual asing dan kepanikan pasar keuangan dalam negeri.
  • Kebijakan BI dinilai terlambat; suku bunga diprediksi terpaksa naik agresif hingga 100 bps.

Suara.com - Pasar keuangan domestik terus dihantam awan mendung menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang kian kritis dan bergerak tak terkendali mendekati level psikologis baru Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu kecemasan pasar atas potensi lonjakan inflasi impor (imported inflation) dan memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif yang dinilai sudah terlambat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot terkapar di level Rp17.847 per dolar AS, bahkan sempat menembus posisi terendah Rp17.949 per dolar AS selama periode libur panjang Iduladha. Ketidakberdayaan mata uang garuda ini mencerminkan rapuhnya benteng pertahanan ekonomi domestik ketika dihantam sentimen negatif bertubi-tubi, baik dari eksternal maupun internal.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa kejatuhan rupiah saat ini tidak lagi murni karena faktor global seperti eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Ketika tensi global sempat mereda dan harga minyak dunia melandai, rupiah nyatanya tetap gagal bangkit. Hal ini mengonfirmasi bahwa persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia kian memburuk.

“Kebijakan moneter BI seperti kenaikan suku bunga dikarenakan telat. BI mesti jauh lebih agresif dan kembali menaikkan suku bunga ke depan. Sentimen negatif sudah terlanjur mendapatkan momentum,” cetus Lukman tajam.

Pasar kini menyoroti kerentanan dari dalam negeri yang kian menganga. Aksi jual masif (capital outflow) di pasar saham domestik terus terjadi, diperparah oleh lonjakan permintaan dolar musiman untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen di tengah pasokan valas yang sangat terbatas. Celakanya, kondisi ini diperberat oleh kecemasan akut para investor asing terhadap pembengkakan defisit anggaran pemerintah yang terus melebar mendekati ambang batas aman 3% terhadap Produk Domestik Buto (PDB).

Meskipun indikator makro saat ini terlihat solid, pasar memilih realistis dan mengantisipasi risiko nyata perlambatan ekonomi di masa depan akibat biaya pinjaman yang semakin mahal. Guna menahan eksodus modal, BI diprediksi terpaksa harus mengerek suku bunga acuan (BI Rate) hingga 100 basis poin (bps) lagi ke depan—sebuah langkah darurat yang dipastikan akan menekan sektor riil dan mengerem ekspansi dunia usaha.

Merespons situasi darurat ini, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, berdalih bahwa tekanan ini dipicu ketidakpastian global dan lonjakan kebutuhan valas musiman.

BI mengklaim terus melakukan intervensi habis-habisan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar sekunder. BI juga membatasi pembelian valas tunai tanpa underlying menjadi maksimal US$25 ribu per bulan per pelaku mulai Juni 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?

Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:05 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:19 WIB

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:05 WIB