Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, yang hattrick meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Bappenas RI Tahun 2023.
Adapun sebelumnya, Ganjar juga mendapatkan penghargaan ini pada tahun 2019 dan 2020.
Dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo pun dijadikan sebagai mentor pada sesi Sharing Session Pembangunan Daerah 2023 di Kantor Bappenas RI.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto mengherankan bahwa politik justru dijadikan panggung lawak.
"Politik kok dijadikan panggung lawak. Semua dijungkirbalikkan untuk memancing tawa," ujar Gigin Praginanto dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Kamis (15/6).
Lebih lanjut, Gigin Praginanto pu menyinggung bahwa panggung lawak itu justru menghasilkan kejengkelan massal karena para pemainnya sama sekali tidak lucu.
"Tapi di arena politik yang terpancing adalah kejengkelan massal karena pemainnya adalah para politisi tanpa kelucuan sama sekali," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa saat Ganjar Pranowo didapuk menjadi mentor pada sesi sharing session Pembangunan Daerah 2023, Ganjar memaparkan proses pembangunan Jateng kepada perwakilan pemerintah dari 38 provinsi, 22 Kabupaten/Kota, Ombudsman RI, tim penilai PPD, serta para pemangku kepentingan pembangunan daerah di Indonesia.
Dalam paparannya, Ganjar menyebutkan bahwa proses pembangunan Jateng dimulai dari perencanaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan perempuan, penyandang disabilitas, hingga anak-anak.
Menurut Ganjar, program pembangunan di Jateng tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pencegahan stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta pernikahan dini.
Ganjar mengatakan bahwa keterlibatan kelompok-kelompok tersebut juga dilakukan demi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberi masukan secara luas. Hal ini dilakukan agar setiap kelompok masyarakat, terutama yang termasuk dalam kategori marjinal, mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Di samping itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkap tujuan pemberian Penghargaan Pembangunan Daerah yaitu untuk berbagi pengalaman dari daerah terkait inovasi, kebijakan pembangunan dan sebagainya.
"Tujuan utama PPD adalah kita ingin mendapatkan satu pengalaman dari daerah terkait inovasi, kebijakan pembangunan yang dikembangkan di daerah berdasarkan skala masing-masing di daerah, skala masalah, skala kapasitas dalam hal pembiayaan, ASN yang tersedia, dan birokrasi," ucap Menteri Suharso di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (14/6).