‘Anies tersangka korupsi bansos DKI, Surya Paloh nyesel dukung penghianat negara’ ini adalah salah satu judul video yang diunggah oleh akun youtube Anak Negeri pada Kamis (22/06/23).
Video ini berisi narasi seolah-olah Anies Baswedan adalah tersangka kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) DKI Jakarta.
Narasi lain yang dibangun adalah karena sudah ketahuan korupsi, akhirnya Surya Paloh selaku Ketua Umum Nasdem pun menarik dukungannya jelang Pilpres 2024.
Video ini pun didukung dengan gambar Anies yang mengenakan rompi orange (rompi tahanan KPK) kemudian di kanan-kirinya ia dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan anggota KPK.
Video itu pun disertai tulisan ‘Anies Terbukti korupsi bansos DKI, Surya Paloh nyesel dukung Anies‘.
Baca Juga: Musim Haji, Konsumsi Avtur Bandara Adi Soemarmo Naik 176%
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, isu ini mulanya berawal dari media sosial dan akhirnya anggota Dewan berencana memanggil otoritas terkait beras yang disorot itu.
Awalnya, isu ini dicuitkan oleh akun Twitter Rudi Valinka, yakni @kurawa pada Kamis (12/1/2023) lalu. Dia menyebut ada dugaan korupsi bansos senilai Rp 2,85 triliun.
"Semua berawal dari info whistle blower yang mengabarkan adanya penimbunan beras bansos milik perumda Pasar Jaya tahun anggaran 2020 yang masih tersimpan di gudang sewaan di Pulogadung," cuit akun @kurawa.
Kemudian, dari video berdurasi 10 detik itu juga tidak ditunjukan penangkapan Anies Baswedan jika benar-benar terbukti terlibat dalam kasus korupsi bansos ini.
Ditambah, narasi atau pembuat video sudah berani memberikan ultimatum bshwa Anies adalah tersangka.
Pada faktanya, melansir Kominfo isu ini tidak benar, Anies tidak terlibat dalam dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Pemprov DKI Jakarta ini.
Kemudian, pihak Pilihan Rakyat juga memotong banyak video tanpa mencantumkan nama narasumber, yang narasinya sama yaitu menduga Anies adalah salah satu pelaku korupsi.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit aslinya orang ditengah yang menggunakan baju tahanan KPK adalah Partialis Akbar, namun wajahnya diedit dan diganti dengan Anies Baswedan.
Ini berasal dari berita aslinya berjudul ‘Kasus Patrialis Akbar Ganggu Netralitas Penegak Hukum di Indonesia’ yang diunggah Republika.co.id pada 6 Februari 2017.
Berita ini berisi tentang informasi Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara. Patrialis terbukti melakukan tindak pidana korupsi saat menjadi hakim konstitusi.
KESIMPULAN
Video ‘Anies tersangka korupsi bansos DKI, Surya Paloh nyesel dukung penghianat negara’ yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax kepada Anies Baswedan.