Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung yang dipersoalkan terkait Kereta Cepat.
Said Didu juga mengherankan bahwa padahal ada hal-hal yang menjadi persoalan, tapi justru yang sibuk dipromosikan yakni hanya terkait kecepatan dan tiket gratis di tahap pertama yakni hingga tiga bulan.
"Yang dipersoalkan tentang KA Cepat Halim-Padalarang adalah tidak layak, harga mahal dan makin naik, serta akan merugikan dan bangkrutkan BUMN," ujar Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Senin (26/6).
"Tapi yang 'dipromosikan' saat ini kecepatan bagus dan tiket gratis selama 3 bulan," sambungnya.
Lebih lanjut, Said Didu pun melontarkan peribaratan terkait hal tersebut.
"Ini mah 'kaki yang gatal tapi kepala yang digaruk'," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) disebut akan digratiskan di tahap pertama pembukaan. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, buka suara atas hal ini.
"Ini kan baru soft launch, tidak masalah digratiskan. Kalau rugi pasti rugi," kata Deddy dikutip dari Tempo.
Dia menjelaskan, semua perhitungan bisnis ketika awal operasi dalam investasi apapun pasti masih rugi. Menurut Deddy, KCJB baru bisa memperoleh laba setelah 30 tahun beroperasi.
"Memang kalau hanya jualan tiket saja (farebox) akan berat dan lama bagi KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China) yang akan balik modal," tutur Deddy.
Dia pun menyarankan, KCIC juga menjual non farebox alias penjualan non tiket, baik secara Transit Oriented Development (TOD) dan Transit Joint Development (TJD) lahan-lahan stasiun.
"Pasti akan lebih support ROI (return of investment)-nya," ujar dia.
Di samping itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan tiket kereta cepat akan digratiskan pada tahap pertama selama dua atau tiga bulan.
"(Mekanismenya) ticket war. Nanti lagi ditentukan semua kan peminatnya banyak," kata Kang Emil, sapaan dia, di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Juni 2023.
Setelah program tarif gratis selesai, kata dia, tiket KCJB akan dibanderol sekitar Rp300 ribu. Harga itu lebih tinggi dari harga tiket Argo Parahyangan yang berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program tiket gratis KCJB akan turut dikoordinir oleh Polres dan Kodim setempat. Dia memperkirakan, tarif kereta cepat akan gratis selama 1,5 sampai 2 bulan setelah soft launching pada 18 Agustus 2023.