Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengomentari perihal buku yang ditulis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berjudul 'Presiden 2024 dan Cawe-Cawe Presiden Jokowi'.
Jhon menilai buku tersebut terbit usai mimpi SBY menaiki kereta bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Megawati Soekarnoputri, dan Presiden RI ke-8 gagal menarik perhatian Presiden Jokowi.
“Kode MIMPI naik kereta bareng Megawati dan Jokowi GAGAL menarik perhatian Jokowi. SBY kini menerbitkan Esai untuk MENYERANG Jokowi soal cawe-cawe,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Selasa (27/6/2023).
“Tak dianggap itu MENYAKITKAN memang, apalagi di koalisi sendiri (Perlubahan) juga hanya dianggap sekadar BAN SERAP,” sambungnya.
Menurut Jhon, dengan menulis buku tersebut SBY juga sedang meludahi wajahnya sendiri. Itu karena, SBY juga berbuat hal serupa pada Pilpres 2014 lalu dengan mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
“Soal CAWE-CAWE, SBY sebenarnya sedang MELUDAHI muka sendiri. Bagaimana tidak? 2014 SBY begitu intens CAWE2 bersama Prabowo-Hatta agar melanjutkan program2nya, termasuk HAMBALANG yang MEMALUKAN,” ujarnya.
Ia menilai SBY khawatir seandainya putra sulungnya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak mendapatkan peran apa-apa.
“Saya melihat SBY sedang dilanda rasa KHAWATIR, khawatir jika AHY tak dpt peran apa-apa,” ujar loyalis Presiden Jokowi ini.
Kekhawatiran tersebut kemudian membuat SBY bermanuver hingga mengizinkan putranya bertemu dengan Puan Maharani.
Baca Juga: Dongkrak Industri Pariwisata Lewat Promosi dan Publikasi Digital Desa Wisata
“Kekhawatiran ini kemudian sedang diusakan untuk sodor sana, sodor sini. Maka, pertemuan dengan Puan pun diusakaan terwujud,” ujar Jhon.