Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia, Sigit Widodo menyoroti sebuah foto yang menggambarkan adanya imbauan untuk mentertibkan spanduk hingga baliho di Depok.
Banyak yang menduga bahwa hal ini merupakan instruksi yang dipenuhi oleh kepentingan dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Pasalnya munculnya hal ini tidak lama setelah viralnya baliho wacana majunya sosok dari Kaesang Pangarep.
Sigit sepertinya menangkap isu ini, ia sampai mempertanyakan mengapa instuksi tersebut baru sekarang diterbitkan lewat akun media sosial pribadinya.
"Kenapa baru bikin edaran penertiban sekarang, Pak @IdrisAShomad?" cuitnya lewat akun @sigitwid, dikutip pada Kamis (29/6/2023).
Menurutnya tak ada yang salah dari himbauan tersebut namun ia mengatakan bahwa wali kota tersebut tak boleh tebang pilih dalam menegakan aturan itu.
Dirinya berharap, hal serupa dilakukan juga oleh elite politikus tersebut terhadap atribut-atribut partainya sendiri, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Kalau dilakukan pencopotan spanduk untuk ketertiban kota, spanduk dan baliho PKS di seluruh Depok jangan lupa ikut ditertibkan ya, Pak," ungkapnya.
Belum ada keterangan resmi terkait surat edaran ini dari Idris, namun elite politikus itu baru-baru ini memperingatkan bahwa sebaiknya politikus jangan gegabah jika ingin memimpin Kota Depok.
"Jangan coba-coba jadi calon Wali Kota di kota Depok, kalau belum memahami tentang karakter Depok. Karakter Depok harus dipahami dulu, karakter warganya juga begitu, jelas Idris, dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (28/6/2023).
Baca Juga: Kaesang Pangarep Mau Berantas Tuyul-tuyul di Depok Kalau Sudah Jadi Wali Kota