Politikus Golkar, Andi Sinulingga menyoroti Kepala BKPM/Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang memberikan ucapan terima kasih kepada Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas utang Indonesia ke IMF telah dilunasi di eranya.
Hal itu ditanggapi Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini menegaskan bahwa ada presiden yang bekerja keras melunasi utang para pendahulunya.
Andi Sinulingga juga menyebutkan ada presiden justru yang sibuk nenumpuk utang.
"Presiden yang satu bekerja keras untuk melunasi utang para pendahulunya. Sementara yang satu lagi, sibuk menumpuk utang," ungkap Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Senin (3/7).
"Dimanapun, yang namanya bayar utang itu memang jauh lebih sulit ketimbang nambah utang bertumpuk-tumpuk. Utang bertumpuk dan korupsipun meroket," imbuhnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Partai Demokrat pun menanggapi pujian dari Bahlil Lahadalia itu. Demokrat tak menganggap pujian Bahlil memuat unsur politis karena, menurutnya, itu fakta sejarah.
"Apa yang disampaikan Pak Bahlil adalah suatu fakta sejarah sehingga tidak dapat dikatakan memiliki unsur politis," kata Staf khusus SBY, Ossy Dermawan.
Dilansir dari Detik, Ossy mengatakan SBY tak hanya mampu melunasi utang IMF lebih cepat dari termin yang ditentukan. Namun, sebutnya, SBY juga telah menurunkan rasio utang.
"Terkait utang, dapat ditambahkan bahwa pemerintahan SBY tidak hanya melunasi utang IMF lebih cepat dari jadwalnya, namun juga menurunkan rasio utang terhadap PDB dari sekitar 56 persen menjadi sekitar 24 persen. Sehingga fiskal kita tidak sangat terbebani dan anak cucu tidak harus menanggung utang secara besar," ujarnya.
Ossy berharap pemerintahan selanjutnya turut membuat capaian di bidang ekonomi. Dengan begitu, rakyat dapat disejahterakan.
"Kita berharap pemerintahan selanjutnya dapat terus menorehkan capaian-capaian ekonomi sehingga dapat menyejahterakan rakyat secara nyata," imbuhnya.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan Indonesia sudah tak memiliki utang kepada Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Bahlil mengatakan utang Indonesia ke IMF sudah dilunasi pemerintahan era SBY. Bahlil lantas memberikan ucapan terima kasih kepada SBY.
"Kita harus berterima kasih pada pemerintahan sebelum Pak Jokowi, yaitu di zamannya Pak SBY. Itu berhasil menyelesaikan utang kita ke IMF," kata Bahlil, dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Jumat (30/6).