Pengamat politik Adi Prayitno menilai, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) cenderung menginginkan partai politik (parpol) di luar porosnya bekerja sama terlebih dahulu baru berbicara soal bakal calon wakil presiden (cawapres).
Pasalnya, sejumlah nama tokoh bakal cawapres seperti Erick Thohir, Sandiaga Uno, hingga Ridwan Kamil terus disebut-sebut akan mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo.
"Ada kecenderungan bagi PDIP kalau punya jagoan berkoalisi dulu dengan PDIP baru bicara tentang sosok cawapres yang akan mereka usung," kata Adi dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Kamis (6/7/2023).
Adi melanjutkan, Erick menjadi salah satu tokoh yang dapat diperhitungkan oleh PDIP sebagai pendamping Ganjar. Namun kekurangannya adalah soal partai politiknya.
"Ada nama Erick Thohir yang punya nama besar. Apa pun judulnya Erick ini mulai populer, mulai digandrungi oleh publik terutama sejak jadi Ketua Umum PSSI yang dinilai cukup fantastis dan cukup luar biasa, termasuk misalnya kinerjanya di Kementerian BUMN," ujarnya.
"Tapi sampai saat ini kan belum ada partai politik yang secara definitif yang menjadi bekingnya Erick Thohir untuk bersama maju," tambahnya.
Untuk itu, Adi menyarankan agar partai yang mengusung Erick yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) perlu terlebih dahulu bekerja sama dengan PDIP.
Lantas setelahnya, PAN dan PDIP dapat membicarakan potensi Erick sebagai cawapres. Terlebih Erick merupakan sosok dengan segudang prestasi.
"Begitu pun dengan Erick. Harus memastikan partai bekingannya, yaitu PAN misalnya, bergabung dulu dengan PDIP baru bicara tentang Erick sebagai salah satu orang yang juga potensial berdampingan dengan Ganjar. Itu kecenderungannya," terang Adi.
Baca Juga: Sambut Usia 58 Tahun, Telkom Kembali Gelar Digiland 2023
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia meyakini PDIP tidak akan membuka diri kepada partai yang tidak tergabung dalam poros koalisinya.
"Jangan tidak bergabung dalam koalisi tapi mengusulkan nama itu sepertinya PDIP relatif agak kurang menyambut dengan baik," tsmbah Adi.
"Jadi intinya tergabung dulu baru kecenderungan ketika menang ini," pungkasnya.