Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menyoroti semakin memanasnya kontroversi seputar perbaikan alias renovasi yang dilakukan terhadap Jakarta International Stadium (JIS).
Menurutnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi berada dalam situasi maju kena, mundur pun kena karena masalah ini. Ia menuturkan semua ini karena panasnya politik membuat semua elemen masyarakat hanya fokus terhadap JIS.
Padahal, ada setidaknya dua puluh dua stadion lain yang tengah dipersiapkan sama halnya dengan tempat tersebut guna menyukseskan Piala Dunia U-17. Tentu ini menjadi pertanyaan mengapa yang disorot hanya JIS.
"Uniknya, JIS sendiri yang dipelintir oleh sekelompok orang, diarahkan seolah-olah perbaikan stadion itu tujuannya untuk melemahkan salah satu bakal calon," ungkapnya dalam twitter, dikutip Jumat (07/07/2023).
Pemerintah bisa saja menghentikan kontroversi ini dengan cara tak jadi merenovasi JIS, namun ketika stadion tersebut tak dipilih sebagai venue piala dunia karena tak memenuhi standar, maka akan terjadi lagi kontroversi. Maju kena, mundur kena.
"Kalau demi menghindari tuduhan itu lalu stadion tidak diperbaiki, akhirnya tidak bisa digunakan untuk pagelaran, nanti pun akan dipelintir juga: JIS sengaja tidak digunakan untuk melemahkan salah satu bakal calon," jelasnya.
Diketahui, Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said juga telah buka suara terkait dengan kontroversi soal renovasi JIS. Usulan renovasi JIS, kata Sudirman, turut memunculkan pertanyaan mengapa pemerintah sulit sekali mengakui stadion JIS.
“Kok pemerintah pusat seperti terus mencari-cari kekurangan? Masyarakat pasti memiliki pertanyaan yang sama, apa salahnya mengakui ada karya anak bangsa yang bermutu tinggi?” kata Sudirman dalam keterangannya, Rabu (05/07/2023).