‘MENGEJUTKAN AHOK KEMBALI MASUK DAFTAR PEMBUNUHAN ! TAK DISANGKA TERNYATA ORANG INI BIANG KEROKNYA’ ini adalah salah satu judul video yang diunggah oleh akun youtube Pinter Politik pada Minggu (09/07/23).
Video ini berisi narasi seolah-olah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjadi target untuk dibunuh.
Kemudian ditambah narasi bahwa orang dibalik rencana tersebut adalah calon presiden (capres) dari Nasdem yaitu Anies Baswedan.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail dimana Ahok mendatangi Anies Baswedan yang sudah menggunakan baju tahanan dan sudah ditangkap polisi.
Video itu pun disertai tulisan ‘AHOK JADI TARGET DIBUNUH, TERNYATA ORANG INI BIANG KEROKNYA !!!‘.
Baca Juga: 4 Tips yang Perlu Kamu Perhatikan saat Negosiasi Gaji dengan HRD
PENJELASAN
Dari penjabaran narasi dan juga foto thumbnail, video ini seolah-olah membuat isu bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjadi target untuk dibunuh Anies Baswedan.
Untuk diketahui kebenarannya, video berdurasi 10 menit 2 detik itu hanya berisi perbandingan gaya kepemimpinan Ahok dan Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang pernah disebut-sebut menelantarkan “warisan” dari Gubernurnya sebelumnya, Joko Widodo dan Ahok. Mulai dari taman hingga waduk.
Terkait hal tersebut Anies pun menjawab. Alih-alih menelantarkan, di era kepemimpinannya justru memperbanyak taman.
Anies Baswedan mengungkapkan pihaknya mengusung konsep berkeadilan ketika membuat taman. Bukan sekedar membuat satu taman yang besar. Menurutnya itu tidak akan cukup menampung warga Jakarta.
Lalu, narator PINTER POLITIK hanya terus mengulang-ulang narasinya tanpa menampilkan bukti.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail pada video tersebut juga tidak berhubungan dengan berita manapun.
KESIMPULAN
Video ‘MENGEJUTKAN AHOK KEMBALI MASUK DAFTAR PEMBUNUHAN ! TAK DISANGKA TERNYATA ORANG INI BIANG KEROKNYA’ yang diunggah akun youtube Pinter Politik memiliki konten yang sengaja dibuat untuk menyebarkan kebencian dan hoax.