Polemik masalah renovasi Jakarta International Stadium (JIS) semakin melebar. Bukan lagi urusan olahraga tetapi dikaitkan dengan perkara politik. Ketua Umum PSSO Erick Thohir pun akhirnya meminta kontroversi renovasi JIS disudahi.
"Saya rasa, begini loh, polemik JIS ini sudah selesailah. Pak Anies sudah bicara ini aset Indonesia, silakan direnovasi. Saya juga sudah bicara. Ini jangan isu politis, ini cara kita menyukseskan [Piala Dunia] U-17," kata Erick di Jakarta, Senin (10/7).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menjelaskan tidak hanya JIS yang akan diperbaiki. Sejumlah stadion lain juga sedang diperbaiki pemerintah. Erick bingung, hanya JIS saja yang jadi polemik, sedang yang lainnya tidak.
"Toh, banyak stadion tengah direnovasi. Nah, tetapi yang kita dorong ke FIFA enam sampai delapan stadion. Nanti FIFA-nya datang. Cuma kita tidak mau persiapan hanya tiga bulan, FIFA datang kitanya tidak siap merenovasi," ujarnya.
"Ini yang kita jaga. Ini aset bangsa kita sama-sama. Jadi saya tidak mau lagi polemik mengenai jas JIS jas JIS. Fokus saya sekarang bagaimana U-17 sukses di stadion manapun supaya bangsa Indonesia siap," kata Erick. Sebelumnya politikus PKS Mardani Ali Sera menilai ada nuansa persaingan antar capres dalam polemik tentang JIS.
Dia menegaskan semestinya untuk menentukan layak tidaknya stadion, PSSI atau pemerintah langsung mengundang FIFA. “Ajak saja FIFA untuk inspeksi. Simpel. Sekalian menjadi penilaian yang fair soal kualitas JIS,”Ucap Mardani.