Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rw]
  • Pengamat AEPI menyatakan distribusi beras nasional terhambat pada Maret 2026 akibat minimnya insentif bagi pelaku usaha swasta.
  • Kurangnya keuntungan menyebabkan arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit menjadi tidak berjalan optimal.
  • Keterbatasan peran Bulog membuat ketahanan pasokan beras nasional kini terancam karena tidak dapat menggantikan peran swasta.

Suara.com - Distribusi beras antarwilayah di Indonesia disebut mulai mengalami hambatan seiring melemahnya insentif bagi pelaku usaha. Kondisi ini dinilai turut berkontribusi terhadap tingginya harga beras di sejumlah daerah.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menilai, gangguan distribusi terjadi karena pelaku usaha tidak lagi mendapatkan keuntungan yang memadai dalam mengelola stok dan mendistribusikan beras.

“Perdagangan antarwilayah macet karena insentif menguasai stok antarmusim tergerus,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit tidak berjalan optimal.

Situasi ini diperparah dengan tekanan harga di tingkat hulu yang membuat pelaku usaha semakin berhati-hati dalam mengambil risiko perdagangan.

“Ini, di satu sisi membuat sejumlah pelaku usaha terlempar dari pasar,” kata Khudori.

 Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

Akibatnya, distribusi beras menjadi tidak merata, terutama ke wilayah yang sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Dalam kondisi tersebut, peran pemerintah melalui Perum Bulog menjadi semakin dominan untuk menjaga pasokan di pasar.

“Dalam kondisi seperti ini, pasokan dan penetrasi beras ke pasar akan lebih banyak mengandalkan Bulog,” ujarnya.

Namun Khudori mengingatkan, kemampuan Bulog memiliki keterbatasan dan tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran pelaku usaha swasta.

“Sebesar-besarnya penguasaan beras Bulog, tak mungkin menggantikan swasta,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:14 WIB

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:32 WIB

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:57 WIB

Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia

Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia

Video | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:00 WIB

Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang

Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:33 WIB

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB