Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rw]
baca 10 detik
  • Pengamat AEPI menyatakan distribusi beras nasional terhambat pada Maret 2026 akibat minimnya insentif bagi pelaku usaha swasta.
  • Kurangnya keuntungan menyebabkan arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit menjadi tidak berjalan optimal.
  • Keterbatasan peran Bulog membuat ketahanan pasokan beras nasional kini terancam karena tidak dapat menggantikan peran swasta.

Suara.com - Distribusi beras antarwilayah di Indonesia disebut mulai mengalami hambatan seiring melemahnya insentif bagi pelaku usaha. Kondisi ini dinilai turut berkontribusi terhadap tingginya harga beras di sejumlah daerah.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menilai, gangguan distribusi terjadi karena pelaku usaha tidak lagi mendapatkan keuntungan yang memadai dalam mengelola stok dan mendistribusikan beras.

“Perdagangan antarwilayah macet karena insentif menguasai stok antarmusim tergerus,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit tidak berjalan optimal.

Situasi ini diperparah dengan tekanan harga di tingkat hulu yang membuat pelaku usaha semakin berhati-hati dalam mengambil risiko perdagangan.

“Ini, di satu sisi membuat sejumlah pelaku usaha terlempar dari pasar,” kata Khudori.

 Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

Akibatnya, distribusi beras menjadi tidak merata, terutama ke wilayah yang sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Dalam kondisi tersebut, peran pemerintah melalui Perum Bulog menjadi semakin dominan untuk menjaga pasokan di pasar.

“Dalam kondisi seperti ini, pasokan dan penetrasi beras ke pasar akan lebih banyak mengandalkan Bulog,” ujarnya.

Namun Khudori mengingatkan, kemampuan Bulog memiliki keterbatasan dan tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran pelaku usaha swasta.

baca juga

“Sebesar-besarnya penguasaan beras Bulog, tak mungkin menggantikan swasta,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:14 WIB

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:32 WIB

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:57 WIB

Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia

Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia

Video | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:00 WIB

Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang

Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:33 WIB

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

×